Polisi Pastikan Keterangan Keluarga Korban hanya Perkiraan

Penyidik Polres Pidie memastikan keterangan Junaidi T Agafar, yang menduga adik iparnya, Herry bin Rusli

Polisi Pastikan Keterangan Keluarga Korban hanya Perkiraan
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK.

* Kasus PNS KIP Pijay Diduga Dibunuh

MEUREUDU - Penyidik Polres Pidie memastikan keterangan Junaidi T Agafar, yang menduga adik iparnya, Herry bin Rusli (34), PNS di Sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya (Pijay), meninggal dunia karena dibunuh temannya hanya sebatas perkiraan dan pemikiran dari yang bersangkutan.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MM, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya mengetahui hal itu setelah tim penyidik memintai keterangan Junaidi T Agafar dan abang kandung korban, Riza Mahfud Rusli, Rabu (12/6).

Sejauh ini, menurutnya, penyidik belum dapat mengungkap fakta riil sampai ada hasil autopsi dari RSUZA Banda Aceh dan Laboratorium Kriminal (Labkrim) Medan, Sumatera Utara. Seperti diketahui, sampai kini hasil autopsi tersebut belum keluar.

Karena itu, tambah AKP Mahliadi, penyidik masih menunggu hasil autopsi dari lembaga resmi. Sehingga pernyataan yang dikeluarkan nanti terkait kasus tersebut sesuai fakta, termasuk riwayat penyakit korban, untuk menjadi bahan kajian dan evaluasi. “Jadi, kami lebih berhati-hati apalagi kasus ini menyangkut nyawa manusia. Sehingga tidak membingungkan publik,” jelas Kasat Reskrim Polres Pidie.

Seperti diberitakan sebelumnya, Herry bin Rusli (34), PNS di Sekretariat KIP Pijay yang meninggal dunia pada pertenggahan Mei lalu diduga korban pembunuhan yang dilakukan temannya. Dugaan itu disampaukan pihak keluarga berdasarkan sejumlah fakta yang mereka temukan saat mengevakuasi jenazah Herry dari kawasan Krueng Meureudu, Pijay, beberapa waktu lalu.

Awalnya, warga Dusun Balee Ara Gampong Resep Ara, Kecamatan Jangka, Bireuen, itu diduga tenggelam saat mencari ikan bersama teman-temannya di Krueng Meureudu, kawasan perbukitan Lhok Brok Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pijay, Kamis (16/5). Dua hari kemudian atau Sabtu (17/5) sekitar pukul 09.40 WIB, Herry ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada jarak sekitar 500 meter dari lokasi ia menghilang.

Karena menemukan sejumlah kejanggalan di tubuh korban, pihak keluarga kemudian menduga bahwa kematian Herry bukan akibat tenggelam, tapi dibunuh oleh temannya di atas perbukitan Lhok Brok dengan cara disetrum memakai arus listrik. Lalu, mayatnya dijatuhkan ke Krueng Meureudu.

Karena itu, pihak keluarga mendesak Polres Pidie untuk mengusut tuntas kasus kematian Herry yang hingga kini masih berbalut misteri. “Meski sampai saat ini hasil autopsi dari RSU-ZA Banda Aceh belum keluar, namun kami mendesak Polres Pidie untuk mengusut kematian anggota keluarga kami, Herry. Sebab, kami menduga korban dihabisi temannya, bukan akibat tenggelam seperti dugaan selama ini,” jelas Junaidi T Agafar, abang ipar Herry, kepada Serambi, Senin (10/6). Hal tersebut dibenarkan kakak kandung korban, Harnum via telepon seluler.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved