Suplai Air Irigasi ke Ratusan Hektare Sawah di Bandardua Terganggu

Menurutnya, jika persoalan yang kini sudah berlangsung hampir dua pekan ini tak ditanggulangi, maka tanaman padi terancam mati.

Suplai Air Irigasi ke Ratusan Hektare Sawah di Bandardua Terganggu
Serambi
Tanggul sayap kanan bendungan di Bandardua Pidie Jaya amruk sejak dua pekan lalu. Foto direkam Kamis (13/6/2019). SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM, MEUREUDU - Diperkirakan sekitar  400 hektare areal sawah di Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya, kini terancam kekeringan menyusul terganggunya suplai air dari Irigasi Jeulanga di Gampong Kumba.

"Pendistribusian air sangat menipis, akibat tanggul sayap kanan bendungan tersebut amruk," kata M Kaoy, Keuchik Kumba kepada Serambinews,com Kamis (13/6/2019). 

Baca: Suami Gadaikan Istri Rp 250 Juta Hingga Berujung Pembunuhan, Ini 5 Faktanya

Menurutnya, jika persoalan yang kini sudah berlangsung hampir dua pekan ini tak ditanggulangi, maka padi yang sudah ditanami sebagian besar sawah itu terancam mati karena padi itu masih sangat membutuhkan air.

Areal sawah yang kering, lanjut Kaoy, meliputi Gampong Jeulanga Barat, sebagian Blang Miroue, Pulo Gapu, Mata ie serta beberapa gampong lainnya.

Oleh karena itu, kata Kaoy, para petani sangat berharap turun tangan dinas terkait untuk memperbaiki kembali tanggul yang ambruk.

Kadis Pertanian dan Pangan Pijay, drh Muzakkir Muhammad , yang dikonfirmasi  Serambinews,com terkait hal dimaksud mengatakan, pihaknya bersama Kasie terkait sudah meninjau langsung ke lapangan hari ini, Kamis (13/6/2019).

Baca: Daftar Khatib Jumat 14 Juni 2019 di Banda Aceh, Syekh Hammen Tagelsir Imam di Masjid Al Makmur

"Ya benar, kami sudah tinjau tadi dan perlu penanganan secepatnya. Minimal menggali kembali tanah yang sudah ambruk ke saluran (pintu sayap kanan) bendungan Jeulanga, sehingga pendistribusian air kembali lancar dan tidak berdampak buruk terhadap tanaman padi," papar Muzakkir.

Kabid Pengairan Dinas PU Pidie Jaya, Orizal Safitri ST yang dihubungi terpisah membenarkan, hasil laporan petugas lapangan, sayap kanan bendungan Jeulanga kini ambruk akibat banjir sekitar dua pekan lalu.

Baca: Camat Kota Sigli akan Cabut Surat Permintaan Dana Gampong Rp 10 Juta

Meski perbaikan bendungan tersebut wewenang provinsi, namun pihaknya akan berupaya sesegera mungkin untuk mengatasinya. “Insya Allah, tanggul yang ambruk itu akan kami tangani walau hanya secara darurat.

Yang penting suplai air kembali lancar,” imbuh Orizal sembari meminta petani bersabar menunggu perbaikan. (*)

   

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved