Wali Kota Targetkan Mahirah Muamalah Bisa Raih Keuntungan Pada 2020

Lembaga keuangan milik Pemko Banda Aceh, PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) sudah beroperasi selama beberapa tahun terakhir...

Wali Kota Targetkan Mahirah Muamalah Bisa Raih Keuntungan Pada 2020
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meresmikan operasional PT Lembaga Keuangan Mikro Syariah Mahirah Muamallah Syariah (MMS) di Kawasan Simpang Lima, Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (27/4/2018). 

Wali Kota Targetkan Mahirah Muamalah Bisa Raih Keuntungan Pada 2020

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Lembaga keuangan milik pemko banda aceh, PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) sudah beroperasi selama beberapa tahun terakhir.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengharapkan pada 2020 nanti PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) sudah mampu mencatatkan keuntungan.

Selain itu, lembaga keuangan itu didorong agar semakin mandiri dalam operasionalnya.

Harapan tersebut disampaikan Aminullah melihat pesatnya perkembangan lembaga keuangan syariah milik Pemko Banda Aceh itu dalam setahun terakhir.

"Seiring dengan semakin majunya perusahaan, tentu semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu," ujar Aminullah, Kamis (13/6/2019).

Aminullah mengingatkan, Pelayanan kepada para nasabah yang mayoritas terdiri dari para pengusaha kecil atau UMKM juga harus semakin profesional.

Baca: Turki akan Renovasi Makam Ulama hingga Tentaranya di Aceh

Baca: Calon Ketua Kadin Wajib Setor Rp 1 Miliar, MaTA : Dimana Komite Advokasi Daerah Antikorupsi?

Baca: Polres Aceh Besar Apel Ketupat Rencong dan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019

Menurutnya, dengan NPF sebesar dua persen dan masih terjaga baik, menunjukkan peran MMS dalam membantu pembiayaan modal usaha kepada masyarakat khususnya kepada para pelaku usaha mikro telah berjalan baik dan sehat.

"Oleh sebab itu, pesan saya kepada jajaran manajemen agar pada akhir tahun 2020 nanti, Mahirah Muamalah telah bisa meraup untung, semakin mandiri, dan profesional," kata Aminullah yang pernah menjabat Dirut Bank Aceh periode 2000-2010 tersebut.

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirut PT MMS, T Hanansyah melaporkan perkembangan perusahaan yang berdiri sejak 2017 tersebut.

"Per 31 Mei 2019, aset MMS tercatat sebesar Rp 8,1 miliar, naik pesat dibandingkan dengan total aset per Mei 2018 sebesar Rp 2,6 miliar," katanya.

Dijelaskan, Pembiayaan yang disalurkan per Mei 2019 adalah sebesar Rp 4,8 miliar, sementara pada periode yang sama tahun lalu hanya Rp 199 juta.

“Kemudian dana pihak ketiga pada tahun 2019 ini tercatat sebesar Rp 4.8 miliar, naik signifikan dari Rp 223 juta pada 2018," katanya lagi. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved