Jurnalisme Warga

600 Tahun Lalu Aceh Dihantam Tsunami Setara 2004

HASIL penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Earth Observatory of Singapore (EOS) dan Universitas Syiah Kuala

600 Tahun Lalu Aceh Dihantam Tsunami Setara 2004
IST
NAZLI ISMAIL, Ph.D., Staf pada Program Studi Fisika dan Teknik Geofisika dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan, Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Aceh Besar

Dengan adanya kajian arkeologi yang dilakukan sepanjang kawasan pesisir, setidaknya menujukkan bahwa kemungkinan besar kekuatannya setara dengan tsunami 2004 dan menenggelamkan semua permukiman yang terletak pada dataran rendah di sepanjang pantai.

Kawasan Lamri (sekarang berada di Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar) merupakan salah satu permukiman yang selamat dari hantaman tsunami tahun 1394. Kawasan ini terletak pada sebuah tanjung yang relatif tinggi, oleh karena itu luput dari bah tsunami yang terjadi pada saat itu. Permukiman Lamri dikenal sebagai salah satu pelabuhan penting dari jalur Sutra Maritim pada abad pertengahan. Sepanjang pantai Desa Lamreh ditemukan pecahan keramik berkualitas tinggi yang berasal dari berbagai bagian daratan Cina.

Lebih istimewa lagi, di kawasan Lamreh juga ditemukan artefak yang berasal dari Syiria. Jejak keramik dari kawasan Timur Tengah tersebut belum pernah ditemukan pada bekas permukiman-permukiman kuno lainnya yang berada di kawasan yang relatif lebih rendah.

Meskipun pernah menjadi kawasan penting pada masa lampau, kejayaan Lamri kemudian pudar sejak awal abad ke-16. Permukiman yang terlihat sekarang di Desa Lamreh merupakan permukiman baru yang tidak memiliki kesinambungan dengan permukiman kuno tersebut.

Setelah Lamri ditelantarkan, kegiatan perdagangan selama munculnya Kerajaan Aceh Darussalam dialihkan ke kawasan pesisir yang lebih rendah di sepanjang pantai sebelah barat Lamri. Anggapan ini didukung oleh temuan adanya sebaran keramik yang berkualitas lebih tinggi dan batu nisan kuno milik petinggi kerajaan dan orang-orang terkemuka pada saat itu.

Pembangunan kembali permukiman di kawasan pantai yang lebih rendah dipengaruhi oleh kedatangan pedagang-pedagang muslim. Kemudian, pedagang asal Eropa juga dipercaya berperan dalam pembangunan kembali kawasan tersebut, mengingat Portugis pernah menaklukan Malaka pada tahun 1511. Kehadiran para pendatang luar tersebut memperkuat keberadaan Kerajaan Aceh Darussalam pada saat itu. Demikian sekilas kisah tentang paleotsunami (tsunami purba) dan dampak yang ditimbulkannya terhadap permukiman bahkan peradaban di Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved