Camat Cabut Surat Minta Dana

Surat minta dana gampong sebesar Rp 10 juta per gampong di Kecamatan Kota Sigli untuk biaya

Camat Cabut Surat Minta Dana
IST
NADHAR PUTRA, Camat Kota Sigli

* Rp 10 Juta Per Gampong untuk Peringatan Tsunami

SIGLI - Surat minta dana gampong sebesar Rp 10 juta per gampong di Kecamatan Kota Sigli untuk biaya peringatan 15 tahun tsunami Aceh, akan segera dicabut oleh camat bersangkutan menyusul adanya protes dari berbagai pihak.

Camat Kota Sigli, Drs H Nadhar Putra MSi yang mengeluarkan surat tersebut kepada Serambi, Kamis (13/6) mengatakan, surat minta dana desa Rp 10 juta per gampong itu akan ia cabut karena dinilainya telah terjadi kesalahpahaman di kalangan keuchik dan warga dalam mengartikan maksud surat tersebut. “Ya, isi surat tersebut telah menimbulkan interpretasi lain dari keuchik dan warga,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, Camat Kota Sigli, Nadhar Putra mengeluarkan surat bernomor: 412/335/2019 yang ditujukan kepada 15 keuchik di dalam kecamatan yang ia pimpin agar menganggarkan dana desa Rp 10 juta per gampong. Uang itu ia maksudkan untuk menyukseskan peringatan tahun ke-15 peristiwa tsunami Aceh yang oleh Pemerintah Aceh dipusatkan di Kabupaten Pidie pada Desember 2019.

Menurut Nadhar Putra, kesalahpahaman dalam menginterpretasikan isi surat tersebut sedianya tidak terjadi. Soalnya, pada rapat terdahulu dengan keuchik ia sudah pernah memperjelas rencana penggunaan dana Rp 10 juta per gampong tersebut.

Bahwa dana yang dianggarkan dari dana gampong tersebut adalah untuk membiayai kegiatan gampong dalam bentuk kegiatan Peringatan Hari-hari Besar Islam (PHBI) gampong. Artinya, dana tersebut bukan untuk diserahkan kepada panitia tsunami di tingkat kabupaten.

Saat ditanya kapan surat yang kontroversial itu akan dia cabut, Nadhar menyatakan akan membatalkan atau mencabutnya pada hari inim, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, surat tersebut dicabut dengan menyerahkan surat lain kepada keuchik di Kecamatan Kota Sigli untuk membatalkan surat yang sudah duluan diserahkan. “Saya baru bisa mencabut surat itu pada hari Jumat, 14 Juni, karena saat ini saya masih di Banda Aceh sedang mengikuti lomba gampong dan kecamatan di tingkat provinsi. Sepulang saya ke Sigli saya langsung bikin surat lain untuk mencabut surat tersebut,” kata Camat Nadhar Putra.

Ia tambahkan bahwa Gampong Benteng dan Kecamatan Kota Sigli terpilih masing-masing sebagai gampong dan kecamatan terbaik di Pidie sehingga berhak ikut lomba di tingkat provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Apriadi SSos, kepada Serambi kemarin menjelaskan, Pidie menjadi tuan rumah peringatan renungan tahun ke-15 tsunami yang dihelat pada 26 Desember 2019 setelah direkomendasikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Bahkan, Kepala Dinas Disbudpar Aceh, Jamaluddin MSi, bersama pejabat Pemeritah Aceh telah meninjau lokasi pelaksanaan peringatan tsunami di Pidie . Lokasinya di Pantai Pelangi atau di depan Meuligoe Bupati Pidie. Tempat ini dinilai cocok karena dekat dengan Gedung Museum Tsunami Pidie dan di dekat juga dengan laut. Menurutnya, semua biaya pelaksanaan kegiatan renungan tsunami itu ditanggung oleh Pemerintah Aceh. Mulai dari pembuatan panggung, pemasangan tenda, sound system, hingga peralatan lainnya. Termasuk untuk keperluan penyampaian tausiah renungan tsunami yang direncanakan akan dihadiri oleh dai kondang asal Riau, yakni Ustadz Abdul Somad Lc yang akan tampil bareng dengan penyanyi religi muda, Nissa Sabyan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved