Camat Mungkin Salah Memahami Instruksi

Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST mengakui pihaknya tidak pernah mengarahkan para camat di Pidie

Camat Mungkin Salah Memahami Instruksi
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud 

BANDA ACEH - Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST mengakui pihaknya tidak pernah mengarahkan para camat di Pidie untuk meminta para keuchik menganggarkan dana desa (dana gampong) demi menyemarakkan peringatan ke-15 peristiwa gempa dan tsunami melanda Aceh.

“Saya memang ada memimpin rapat yang dihadiri para camat dan pihak lainnya terkait agenda peringatan tsunami yang tahun ini dipusatkan Pemerintah Aceh di Pidie. Kami menganggap ini sebuah kehormatan bagi kami. Tapi saya tak pernah mengarahkan camat meminta keuchik untuk menganggarkan dana desa guna membiayai peringatan tsunami. Mungkin camat salah memahami instruksi,” ujar Fahdlullah TM Daud yang menghubungi Serambi via telepon tadi malam.

Ia menduga, Camat Kota Sigli, Drs Nadhar Putra MSi salah memahami apa yang ia sampaikan dalam pertemuan sebelumnya sehingga mengeluarkan surat sedemikian rupa.

Wabup Pidie menyarankan Camat Kota Sigli harus secepatnya membatalkan atau menarik surat tersebut sehingga tidak sampai dianggap berpotensi pungutan liar (pungli). Apalagi dalam surat itu sudah dipatok per gampong harus menganggarkan Rp 10 juta untuk peringatan tsunami tahun ini.

Menurut Fadhlullah TM Daud, mengingat tahun ini peringatan puncak 15 tahun tragedi tsunami dipusatkan oleh Pemerintah Aceh di Pidie, maka sangat wajar semua pihak menyukseskan dan menyemarakkannya. Termasuk para perangkat desa di Pidie. Mereka bisa menganggarkan sendiri biaya untuk kenduri yang nilainya tak sampailah Rp 10 juta per gampong.

Selama ini, kata Fadhlullah, di gampong-gampong sering diperingati hari-hari besar Islam dengan dana swadaya masyarakat. Nah, untuk peringatan tsunami tersebut pun bisa digalang sumber dananya dengan cara-cara seperti itu.

“Pokoknya, jangan sampai dana desa yang dianggarkan untuk peringatan tsunami ini di tingkat kecamatan dan desa,” kata Fahdlullah.

Ia berharap, peringatan tsunami tahun ini di Pidie hendaknya lebih massif, tidak hanya desa-desa di dalam Kecamatan Kota Sigli yang memperingatinya. Tapi haruslah seluruh desa di kabupaten itu.

“Mari kita tunjukkan bahwa kita bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam peringatan tsunami tahun ini,” kata Wabup Pidie tersebut.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin MH meminta Wabup Pidie dan Inspektur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie untuk mencabut dan membatalkan rencana Camat Kota Sigli meminta anggaran peringatan gempa dan tsunami tahun 2019 sebesar Rp 10 juta per gampong yang bersumber dari APBG 2019.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved