Opini

Halal bi Halal; Ukhuwah Kita

Aceh merupakan daerah yang kaya akan tradisi dan adat istiadat. Sebagian tradisi tersebut ada yang murni

Halal bi Halal; Ukhuwah Kita
IST
Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI, Ketua Fraksi Partai Aceh DPR Aceh

Oleh sebab itu, dalam dunia karier pun manusia tak bisa lepas dari ketergantungan relasi dan partner. Halal bi halal menjadi momen yang sangat tepat untuk memperbaharui dan mempererat persaudaraan. Aktivitas manusia yang begitu sibuk, bahkan sering mengharuskannya jauh dari kerabat, sangatlah membutuhkan suasana halal bi halal.

Momen halal bi halal ini juga dapat menjadi momentum yang tepat untuk meng-upgrade ide-ide membangun daerah Aceh, ketika para para petinggi berkumpul saling berbincang-bincang bersama rakyat biasa. Berbagai inspirasi kebaikan yang jika dibicarakan dalam suasana santai penuh kehangatan lebaran dan setelah suasana bulan Suci Ramadhan pastinya akan melahirkan banyak kebaikan.

Karena inspirasi untuk membangun itu tidak melulu harus lahir dalam suasana sidang, rapat, atau keadaan serius lainnya yang sering berujung pada perbedaan pendapat dan tegangnya urat saraf.

Manusia memang cenderung berselisih paham. Namun ajaran Islam yang menegaskan kita untuk selalu menjaga ukhuwah, menyambung yang terputus, mengeratkan yang tercerai berai, mengokohkan simpul yang telah ada, dan menambah keberkahan pada yang telah utuh.

Sejatinya manusia dibekali oleh Allah dengan ego. Ego inilah kadang kala ada yang berefek positif dan ada yang berujung negatif. Jika positif, maka akan bergelimang dalam kebaikan dan kerja sama. Sedangkan yang mengarah pada sifat negatif akan mengarah pada perseteruan dan kerenggangan hubungan.

Oleh karena itu, salinglah bermaaf-maafan. Karena sifat berlembut hati dan menyayangi antarsesama akan melahirkan rahmat Allah. Terlebih, saat ini kita berharap, seluruh elemen petinggi dan rakyat Aceh dapat saling berjalan seayun langkah dan berjuang seiring bahu untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh secara khusus, dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih.

Masyarakat Aceh merupakan masyarakat yang hebat, masyarakat yang sejak lahir dalam darahnya mengalir darah para pendahulu yang pastinya telah memahami betapa pentingnya menjaga silaturahmi dan ukhuwah dalam setiap penyelesaian masalah. Dalam dekapan ukhuwah islamiyah, kita mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi. Baginda Nabi menjelaskan, para malaikat cemburu, karena hamba Allah yang saling berseteru, kemudian saling memaafkan, tidak mendendam dan saling berjabat tangan merangkul satu sama lain guna menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Mari, dalam momentum bulan Syawal ini, dalam ragam kegiatan halal bi halal yang masih berlangsung pada momen Idul Fitri yang masih hangat ini, kita saling berjabat tangan, merangkul hati, mempererat silaturahmi untuk membangun Aceh menjadi daerah yang Baldatun Thaibatun Wa Rabbul Ghafur. Aminnn.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved