Harga Gabah Abdya Terus Menurun

Harga Gabah Kering Panen (GKP) Musim Tanam (MT) Gadu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Harga Gabah Abdya Terus Menurun
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pekerja sedang menjemur gabah milik pengusaha kilang padi di Desa Keude Siblah, Blangpidie, Kabupaten Abdya 

BLANGPIDIE - Harga Gabah Kering Panen (GKP) Musim Tanam (MT) Gadu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), pascalebaran terus bergerak turun. Kondisi ini mengecewakan para petani yang sedang melaksanakan panen raya di beberapa kecamatan, sehingga sebagian dari mereka menunda jual gabah.

Pantauan Serambi hingga Kamis (13/6), harga gabah di tingkat petani Rp 4.400 per kilogram. Padahal, ketika memasuki awal panen pada Mei 2019 lalu harga gabah yang ditampung agen pengepul berkisar Rp 4.700 sampai Rp 4.800 per kg. Tak lama kemudian bergerak turun menjadi Rp 4.650, dan pada akhir Ramadhan atau menjelang Idul Fitri lalu harga gabah anjlok hingga Rp 4.500 per kg.

“Sekarang ini, harga gabah yang ditampung agen dari petani hanya Rp 4.400 per kilogram,” kata M Tasyim, Keujruen Chik Kecamatan Kuala Batee dihubungi Serambi, Kamis (13/6). Dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab turunnya harga gabah itu. Sementara areal tanaman padi yang belum dipanen di Kuala Batee tersisa sekitar 20 persen lagi.

Hal serupa juga diungkapkan Suriadi, petani Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Jeumpa, yang menyebut harga gabah yang ditampung agen ke kampung-kampung hanya Rp 4.400 per kg. Dikatakan, bagi petani yang tidak terlalu mendesak masih mampu menunda penjualan gabah hasil panen, dengan harapan harganya bisa membaik ke depan. “Tapi sebagian petani yang membutuhkan biaya untuk penanganan panen, harus menjual gabah hasil panennya meskipun tingkat harga tidak menggembirakan,” jelas dia.

Ia menduga peristiwa turunnya harga gabah sampai pascalebaran tahun ini dikarenakan stok gabah petani yang banyak ketika musim panen raya. Sementara pedagang mengurangi volume pembelian gabah dengan alasan modal terbatas.

Adapun dari sembilan kecamatan di Abdya, tiga kecamatan sedang melaksanakan panen raya yaitu Babahrot, Manggeng, dan Lembah Sabil. Sedangkan enam kecamatan lainnya sebagian besar sudah dipanen, yaitu Blangpidie, Susoh, Setia, Jeumpa, Kuala Batee, dan Tangan-Tangan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPC Perpadi) Kabupaten Abdya, H Darwis dihubungi Serambi, Kamis (13/6) sore menjelaskan, harga gabah juga tergantung permintaan stok padi dari pedagang luar daerah, terutama dari Medan, Sumetera Utara.

Menurutnya, turunnya harga gabah sampai Rp 4.400 per kg disebabkan pedagang dari Medan tidak menampung gabah, karena situasi setelah Pilpres 2019. “Sekarang, pedagang Medan mulai menampung gabah, termasuk produksi dari Abdya. Gabah kualitas bagus bisa kita tampung Rp 4.500 per kg di tingkat petani,” kata Darwis.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved