Kelompok Radikal di Kalteng Merupakan Perakit Bom, Pernah Latihan Militer di Gunung Salak Aceh Utara

Kelompok radikal yang ditangkap di Kalimantan Tengah ditengarai merupakan kelompok spesialis pembuat bom.

Kelompok Radikal di Kalteng Merupakan Perakit Bom, Pernah Latihan Militer di Gunung Salak Aceh Utara
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO
Kepala Kepolisian Daerah Kalteng Inspektur Jenderal Anang Revandoko menunjukkan beberapa barang bukti terkait terorisme di Palangkaraya, Kamis (13/6/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Kelompok radikal yang ditangkap di Kalimantan Tengah ditengarai merupakan kelompok spesialis pembuat bom.

Dari barang bukti yang disita ditemukan bubuk yang diduga potasium.

Polisi menilai mereka sudah mampu membuat bom dengan detonator jarak jauh.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng Ajun Komisaris Besar (AKBP) Hendra Rochmawan di Palangkaraya, Jumat (14/6/2019).

Menurut Hendra, 34 orang yang ditangkap di Kalimantan Tengah merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merupakan anggota Abu Hamzah.

Abu Hamzah yang ditangkap di Gunung Salak, Aceh Utara, merupakan perakit bom.

Dua anggotanya yang kabur ke Palangkaraya, berinisial TO dan A merupakan didikan Abu Hamzah.

Menurut Hendra keduanya mengikuti pelatihan di Gunung Salak, Aceh Utara.

“Sebelum mereka membuat pelatihan dan konsolidasi di sini kami ketahui dahulu keberadaannya makanya ditangkap,” ungkap Hendra.

Proses penangkapan pun dilakukan bersamaan antara kelompok yang tinggal di Palangkaraya dengan kelompok yang tinggal di Kabupaten Gunung Mas pada Senin (10/6/2019) lalu.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved