Minim Konsumen, Haji Uma Janji Bantu Warga Pasarkan Madu Lebah Linot

Penjualan sangat tekendala. Karena minimnya pembeli (konsumen) karena selain mahal, juga masyarakat luas belum tahu mamfaatnya

Minim Konsumen, Haji Uma Janji Bantu Warga Pasarkan Madu Lebah Linot
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Anggota Komite II DPD RI, H Sudirman atau Haji Uma mencicipi rasa madu lebah kelulut atau Linot dari sarangnya milik peternak di Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Petani lebah kelulut atau Linot sulit memasarkan hasil karena minimnya konsumen terhadap madu yang kaya mamfaat bagi kesehatan tersebut.

Akibatnya, madu yang telah dipanen peternak, menumpuk di rumah para peternak.

Suriyanto, ketua kelompok peternak lebah kelulut mengatakan itu saat anggota DPD RI H Sudirman atau Haji Uma meninjau peternakan lebah kelulut.

Pada saat bersamaan Haji Uma juga menyerap aspirasi warga terkait bau busuk dari CPP Blok A, PT Medco, di Gampong Blang Nisam, Rabu (12/6/2019).

“Penjualan sangat tekendala. Karena minimnya pembeli (konsumen) karena selain mahal, juga masyarakat luas belum tahu mamfaatnya,” jelas Suriyanto, Ketua WIRA (Warisan Rimba Linot Aceh).

Di hadapan Haji Uma, Suriyanto, memaparkan mamfaat madu linot untuk kesehatan yaitu bisa untuk obat sakit diabetes, mag, kelenjar getah bening, ambien, jantung koroner, asam lambung, dan sejumlah penyakit lainnya.

Anto mengatakan, madu kelulut yang dipanen dikemas dalam botol 100 ml dengan harga jual Rp 100 ribu per botol, dan ukuran 1 liter dijual Rp 500 ribu.

1Sedangkan, pemasaran lebah milik peternak WIRA sudah dipasarkan sampai Sumut, dan Lampung.

Baca: Terkait Temuan Dua Ton Lebih Kayu di Lokasi Proyek PLTMH Lawe Sikap, Polisi akan Periksa Dua Saksi

Baca: Beruang Madu Jantan Masih Berkeliaran di Kebun Sawit Warga Ladang Neubok Abdya

Baca: MTsN Model Laksanakan Ujian Semester Genap Pakai Komputer

Saat ini, jelas Anto, tidak hanya peternak yang tergabung pada Kelompok WIRA saja yang menernak lebah kelulut, tapi juga banyak masyarakat lainnya di Aceh Timur.

“Karena itu, kami mohon pemerintah membantu pemasaran madu kelulut yang sangat baik untuk kesehatan. Karena selain dapat untuk menyembuhkan penyakit, juga dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat,” pinta Anto.

Anto bersama kelompoknya bercita-cita mengembangkan madu lebah kelulut dengan dikemas dalam bentuk sachet dengan harga terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, namun pihaknya terkdenal modal untuk membeli mesin.

Sementara itu, Anggota Komite II DPD RI Haji Uma, mengatakan, pihaknya sangat mendukung peternakan lebah kelulut ini untuk dikembangkan.

Haji Uma juga mengapresisi para peternak yang telah membudidayakan lebah kelulut sebagai peluang usaha kreatif di tengah-tengah masyarakat.

“Ini patut didukung dan dipromosikan karena madu linot memiliki banyak mamfaat untuk kesehatan. Saya juga akan mencari peluang pasar bagaimana petani linot dapat berkembang lebih maju,” ungkap Haji Uma.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved