Pasangan Pengemis Lawan Petugas Dinsos Banda Aceh Saat Hendak Diamankan

Selain kedua pengemis itu, perlawanan itu juga coba ditunjukkan oleh Ns, seorang tukang becak yang bertugas mengantar jemput kedua pengemis tersebut.

Pasangan Pengemis Lawan Petugas Dinsos Banda Aceh Saat Hendak Diamankan
For Serambinews.com
Petugas Dinsos Kota Banda Aceh sedang memberikan pembinaan terhadap SR dan teman wanitanya Nur, yang diamankan saat mengemis di Jalan T Panglima Polem Peunayong, Banda Aceh, Selasa (12/6/2019) malam. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasangan pengemis nonmukhrim, SR (43), dan teman wanitanya, Nur (38), melawan petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banda Aceh, saat akan diamankan di Jalan T Panglima Polem, Gampong Peunayong, Banda Aceh.

Kejadian itu baru terjadi dua malam, tepatnya Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 21.30 WIB.

Selain kedua pengemis itu, perlawanan itu juga coba ditunjukkan oleh Ns, seorang tukang becak yang bertugas mengantar jemput kedua pengemis tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Drs Muzakir, kepada Serambinews.com, Kamis (14/6/2019) malam, mengatakan perlawanan yang dilakukan SR, pengemis pria itu dengan cara menghayun-hayunkan seutas rotan yang telah dipersiapkan. Namun, petugas berhasil menggelar setiap ayunan yang diarahkan ke lima petugas Dinsos Kota Banda Aceh yang berupaya mengamankannya.

"Alhamdulillah, saya bersama petugas tidak apa-apa, SR kami pegang dari samping, sehingga rotan yang dia pegang itu langsung kita ambil. Keduanya langsung diamankan. Tapi, sebelum SR dan Nurbkami bawa ke kantor, tiba-tiba Ns, tukang becak yang selama ini mengantar jemput kedua pengemis itu juga berusaha melawan petugas," ungkap Muzakir.

Baca: Dinsos Jaring 11 Pengemis

Baca: Dinsos Kembali Tangkap 11 Pengemis di Banda Aceh, Ini Modus yang Kerap Dipakai Pelaku Saat Beraksi

Baca: Pemkab Aceh Besar Mulai Intensifkan Razia Gelandangan dan Pengemis di Sejumlah Persimpangan

Namun, berkat kesigapan petugas, Ns diminta untuk tidak macam-macam dan tetap berdiri di posisinya. "Tukang becak itu tidak kita bawa. Hanya SR dan teman wanitanya Nur itu yang kami bawa," pungkas Muzakir.

Kabid Rehabiltasi Sosial Dinsos Banda Aceh, TM Syukri SSos MAP menambahkan SR merupakan warga Kota Banda Aceh. Sementara Nur, teman wanitanya yang selalu bersama saat meminta-minta bersama SR tercatat asal Pidie.

"Keduanya selalu bersama dan nonmukhrim. Lalu, keduanya sudah sering kita amankan, bahkan sudah pernah mendapatkan bantuan dari Pemko Banda Aceh. Tapi, profesi mengemis itu tetap mereka guluti," tambah TM Syukri.

Kini keduanya telah dibawa ke rumah singgah milik Dinsos Kota Banda Aceh di Lamjabat, Kecamatan Meuraxa untuk diberi pembinaan.

"Tapi, begitulah selalu setelah dibina, bahkan sampai dibekali modal, mereka tetap kembali ke jalan dan menjadi pengemis lagi," ungkap TM Syukri.

Menurut Kabid Rehabilitasi Sosial ini, profesi mengemis itu sudah memanjakan mereka dan dianggap cara paling gampang mencari uang di jalan.

"Karena itu kami meminta partisipasi dan mohon kerja sama dari seluruh masyarakat untuk tidak melayani. Karena, kondisi itu akan membuat mereka semakin malas untuk berusaha hidup lebih layak," pungkas TM Syukri.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved