Putra Aceh Dosen King Abdul Aziz University Jeddah Isi Dialog Peluang Kerja di Timur Tengah

Semua orang Aceh yang sudah sukses harus sama-sama berpikir untuk memajukan daerah, terutama dalam misi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

Putra Aceh Dosen King Abdul Aziz University Jeddah Isi Dialog Peluang Kerja di Timur Tengah
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Muhammad Subhan Ishak, Dosen King Abdul Aziz University Jeddah Arab Saudi 

Putra Aceh Dosen King Abdul Aziz University Jeddah Isi Dialog Peluang Kerja di Timur Tengah

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dosen King Abdul Aziz University Jeddah, Saudi Arabia, Muhammad Subhan Ishak ST MSc PhD M LogM Aff M ASCE CMILT menjadi pembicara utama dalam dialog tentang peluang kerja di Timur Tengah.

Kegiatan yang terbuka untuk umum dan gratis ini berlangsung di Bappeda Aceh, hari ini, Jumat (14/6/2019), mulai pukul 08.30-11.30 WIB.

Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan SE MSi menyampaikan angka pengangguran dari kalangan terdidik di Aceh masih sangat tinggi.

"Kita ingin membuka wawasan dan jaringan kepada mereka dengan mengundang Pak Subhan melalui dialog ini. Pengalaman Pak Subhan yang sudah menjadi akademisi di sana tentu sangat penting bagi generasi milenial di Aceh,” kata Azhari Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com.

Baca: Misteri Rezeki Muhammad Subhan, tak Dapat Kerja di Aceh, Jadi Dosen di King Abdul Aziz Jeddah

Ia menambahkan semua orang Aceh yang sudah sukses harus sama-sama berpikir untuk memajukan daerah, terutama dalam misi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

Muhammad Subhan Ishak merupakan putra Aceh asal Lhokseumawe yang menamatkan S1 Teknik Sipil di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh pada 1998.

Selesai S1 yang bersangkutan melanjutkan S2 ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) Jurusan Transportasi Perkotaan lalu ke University Utara Malaysia (UUM) Jurusan Kepelabuhanan.

Baca: 6 Warga Negara Malaysia Ditangkap, Sewa Kapal Pesiar Rp7 Miliar Selundupkan 37 Kg Sabu ke Indonesia

Gelar-gelar yang disandangnya dapat dipilah menjadi dua, akademik dan profesi yang smuanya di keluarkan oleh lembaga resmi di dunia.

Gelar akademik S1, S2 dan S3, yaitu ST, MSc, dan PhD. Sementara gelar sertifikasi profesinya adalah M LogM dikeluarkan oleh Asosiasi Logistik Malaysia sebagai pakar logistik, gelar Aff M ASCE dikeluarkan oleh USA sebagai ahli teknik sipil, dan CMILT dikeluarkan oleh Australia sebagai chartered logistician and transport.

Baca: Pernah Dialami Warga Aceh, Pengungsi Rohingya juga Ditipu Penyelundup, Janji ke Malaysia Nyatanya

Usai menamatkan S3 di UUM, Subhan sempat berusaha mencari kerja di Unsyiah namun belum membuahkan hasil. Lalu sempat beberapa bulan bekerja sebagai staf honor di BPKS Sabang.

Pada 2010 ia melamar kerja ke UUM Malaysia dan diterima untuk mengajar di Business School, baik di S1, S2, dan S3.

Akhir 2017 ia mengajukan pengunduran diri karena ingin suasana baru di luar negeri, dan melamar jadi dosen di King Abdul Aziz Jeddah.(*)

Baca: Waktu Indonesia Lebih Cepat 4 Jam, Mengapa Arab Saudi Hari Raya Lebih Awal? Begini Penjelasah Ahli

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved