Sairun Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam, Aspin Kasatpol PP & WH

Informasi penunjukan H Sairun menjadi orang nomor satu di lingkungan Dinas Pendidikan Subulussalam diperoleh Serambinews.com, Jumat (14/6/2019).

Sairun Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam, Aspin Kasatpol PP & WH
Serambi
Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Subulussalam, H Sairun 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - H Sairun SAg dipercayakan untuk menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam menggantikan Irwan Yasin, MSi yang mengundurkan diri lantaran pindah tugas ke Kabupaten Nagan Raya.

Informasi penunjukan H Sairun menjadi orang nomor satu di lingkungan Dinas Pendidikan Subulussalam diperoleh Serambinews.com, Jumat (14/6/2019) dari Kantor Wali Kota Subulussalam.

Baca: Prakiraan Cuaca dari Langsa hingga Bener Meriah 15-17 Juni 2019, Beberapa Daerah Akan Diguyur Hujan

Dari informasi yang diperoleh wartawan, selain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perombakan juga dilakukan terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH).

Abdul Malik SPdI yang semula menjabat Kasatpol PP & WH digantikan Aspin Silviansyah SH sebagai pelaksana tugas. Sementara Abdul Malik sementara waktu dimutasi menjadi staf kantor Camat Rundeng.

Plt Kasatpol PP dan WH Subulussalam, Aspin Silviansyah
Plt Kasatpol PP dan WH Subulussalam, Aspin Silviansyah (Serambi)

Baca: Prabowo-Sandi Tidak Hadir di Sidang Sengketa Pilpres 2019, BW Ungkap Alasannya

Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian SE, yang dikonfirmasi Serambinews.com, membenarkan adanya penunjukan dua kepala SKPK sebagai Plt.

Keduanya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan serta Kasatpol PP dan WH. Pergantian Kadis Pendidikan kata Affan karena pejabat lama pindah kerja ke Kabupaten Nagan Raya.

Sementara Kasatpol PP diganti demi kepentingan jalannya kebijakan pemerintah.

Baca: Putra Aceh Dosen King Abdul Aziz University Jeddah Isi Dialog Peluang Kerja di Timur Tengah

Affan membantah jika pergantian Kasatpol PP sarat nuansa politik. Menurutnya, pergantian harus dilakukan karena posisi Satpol PP sangat penting dalam tangka mengawal dan menjalankan peraturan atau kebijakan pemerintah semisal penertiban maupun lainnya.

Selama ini Affan mengaku jika hal itu belum maksimal sehingga dia harus melakukan pergantian."Tidak ada urusan politik, tapi murni kebutuhan kerja. Dinas pendidikan karena kosong dan Satpol PP untuk memaksimalkan peran sebagai pengawal kebijakan pemerintah," tandas Affan Bintang. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved