Terkait Temuan Dua Ton Lebih Kayu di Lokasi Proyek PLTMH Lawe Sikap, Polisi akan Periksa Dua Saksi

Pemeriksaan mereka lakukan pada Senin (17/6/2019) terkait dengan temuan kayu ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap.

Terkait Temuan Dua Ton Lebih Kayu di Lokasi Proyek  PLTMH Lawe Sikap, Polisi akan Periksa Dua Saksi
For Serambinews.com
Personel Polres Aceh Tenggara mengamankan dua ton lebih kayu ilegal di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, Aceh Tenggara, Rabu (12/6/2019). Kayu itu diduga digunakan untuk proyek PLTMH Lawe Sikap.  

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Penyidik Tindak pidana Tertentu (Tipidter) IDIK III Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara, akan memeriksa saksi terkait ditemukannya dua ton lebih kayu diduga akibat praktek ilegal loging  di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam pada Rabu (12/6/2019).

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK didampingi Kanit Idik III Tipiter Sat Reskrim, Ipda Djuliar Yousnaidi, kepada Serambinews.com, Jumat (14/6/2019) mengatakan, mereka akan melayangkan surat pemanggilan untuk dua orang saksi di lokasi pekerjaan proyek PLTMH Lawe Sikap.

Pemeriksaan mereka lakukan pada Senin (17/6/2019) terkait dengan temuan kayu ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap. 

Terkait hal itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh,  Muhammad Nur SH, mengatakan, polisi harus jeli dalam kembangkan kasus penemuan kayu ilegal loging di lokasi proyek PLTMH.

"Karena kita menduga ada keterlibatan oknum aparat di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, karena di lokasi itu tidaklah mudah masuk bagi orang umum apalagi membawa kendaraannya di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap pasti diperiksa oleh security di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap. Jadi, dugaan kita semakin kuat ada oknum-oknum yang bermain di dalam proyek PLTMH Lawe Sikap," kata Muhammad Nur.

Jadi, penyidik juga harus menelusuri aliran dana di perusahaan tersebut melalui PPAK Jakarta untuk pembelian kayu berdasarkan kebutuhan proyek PLTMH Lawe Sikap, apalagi di lokasi itu banyak kayu yang telah terpakai untuk membangun bascamp atau pondok dan hal lainnya.

Di sini, akan terlihat kepada siapa uang tersebut transfer, karena PLTMH Lawe Sikap adalah perusahaan besar yang bekerja, jadi tidak mungkin semudah begitu saja mengeluarkan uang tunai pasti mereka memakai prosedur pengiriman uang ke bank atau via transfer.

Jadi, menurut Walhi Aceh, kasus ini harus mampu dituntaskan sampai ke meja hijau, jangan sampai ada yang dijadikan korban dari kalangan masyarakat kecil.

"Karena kita yakin, kayu tersebut bukan milik masyarakat sembarangan melainkan ada oknum-oknum yang terindikasi sebagai pemasok maupun perambahan hutan untuk memenuhi kebutuhan kayu bagi proyek PLTMH Lawe Sikap," kata M Nur.

Halaman
12
Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved