Imbas Isu Referendum Aceh, Tiga Calon Investor Mundur

Tiga perusahaan tersebut bergerak di bidang industri kelapa sawit, pembangunan bungker CPO di Sabang, dan industri pembuatan sabun dan deterjen.

Imbas Isu Referendum Aceh, Tiga Calon Investor Mundur
For Serambinews.com
Sabri Aly. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Isu referendum yang bergulir di Aceh, ternyata berimbas juga kepada dunia investasi. Tiga perusahaan internasional yang berencana investasi di Aceh meyatakan menunda programnya.

Tiga perusahaan tersebut bergerak di bidang industri kelapa sawit, pembangunan bungker CPO di Sabang, dan industri pembuatan sabun dan deterjen di Banda Aceh.

Demikian diutarakan pengusaha sukses asal Aceh yang juga pengurus Kadin Pusat, Sabri Ali di Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Baca: Klarifikasi Wacana Referendum, Irwansyah: Mualem Panglima Berjiwa Besar

Baca: 14 Tahun Berjalan Perdamaian Aceh, Fraksi PA DPRK Pidie Akhirnya Dukung Wacana Referendum

Baca: Mawardi Ismail: Klarifikasi dari Mualem Terkait Wacana Referendum Tidak Perlu Diperpanjang

"Para calon investor itu telah menyatakan meninjau kembali rencana investasinya dalam waktu tak terbatas. Seyogiyanya selepas lebaran ini ada tindak lanjut dari rencana investasi tersebut. Tapi karena situasi Aceh, khususnya pasca isu referendum, mereka terkesan menahan diri," kata Sabry Ali, putra Motasik Aceh Besar.

Isu referendum sebelumnya disuarakan Ketua Partai Aceh (PA)/Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf dalam satu acara yang dihadiri Pangdam Iskandar Muda, Gubernur Aceh, Kapolda dan para pimpinan daerah Aceh lainnya.

Sabry Ali, yang menjabat CEO Banda Group, Chairman Net_TV Aceh dan President of @acehcigarclub, itu mengatakan, isu referendum tidak hanya mengguncangkan jagad politik, tapi juga berimbas kepada dunia investasi di Aceh.

"Imbasnya bisa kemana-mana, termasjk dunia usaha. Padahal, calon investor itu sudah ada pembicaraan dengan Perusahaan Pembangunan Aceh. Rencananya, segera ditindaklanjuti lagi. Tapi kemudian saya mendapat konfirmasi, calon investor itu menunda programnya, setelah isu referendum mencuat," demikian Sabri Aly. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved