Murid SD 57 Banda Aceh Histeris Melihat Banyak Kuman di Telapak Tangan, Begini Penampakannya

Melalui penggunaan agar mikrobiologi, murid SD 57 dapat melihat langsung kuman pada tangannya.

Murid SD 57 Banda Aceh Histeris Melihat Banyak Kuman di Telapak Tangan, Begini Penampakannya
SERAMBINEWS.COM/FOTO UNSYIAH
Melalui penggunaan agar mikrobiologi, murid SD 57 dapat melihat langsung kuman pada tangannya. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah mahasiswa lintas jurusan dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang terhimpun dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), membuat murid SDN 57 Banda Aceh, di Kopelma Darussalam, histeris.

Pasalnya, dalam penyuluhan tentang cuci tangan yang dilakukan sejak April hingga Juni 2019 di sekolah tersebut, mahasiswa membuat eksperimen menggunakan media ‘agar-agar mikrobiologi’.

Ya, agar-agar mikrobiologi tersebut digunakan sebagai media untuk menunjukkan kuman pada tangan anak-anak.

Melalui penggunaan agar mikrobiologi, murid SD 57 dapat melihat langsung kuman pada tangannya.

Baca: Kivlan Zen Minta Perlindungan Hukum pada Pejabat Negara dan TNI, Moeldoko: Tak Ada Lagi Intervensi

Baca: Ingat Kasus 2 Pria Telanjang Berpelukan dalam Mobil, Keduanya Divonis 8 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Baca: Bantah Digadaikan Suami Rp 250 Juta, Sang Istri Mengaku Sudah Menikah dengan Pria Pemberi Utang

Caranya, murid diminta untuk menempelkan tangannya pada media agar tersebut baik sebelum maupun sesudah mencuci tangan.

Mereka sangat terkejut bahkan jijik saat mengetahui di balik tangan yang terlihat bersih ternyata bersarang banyak kuman.

Ketua Tim PKM-M Unsyiah, Saidatul Wulya, kepada Serambinews.com, Jumat (14/6/2019) mengatakan, timnya berusaha memperlihatkan kepada murid bahwa tangan gampang dihinggapi kuman.

Murid mencuci tangan dalam acara penyuluhan di SDN 57 Banda Aceh berlangsung sejak April hingga Juni 2019.
Murid mencuci tangan dalam acara penyuluhan di SDN 57 Banda Aceh berlangsung sejak April hingga Juni 2019. (SERAMBINEWS.COM/FOTO UNSYIAH)

Bersama Sri Muliani, Fathurrahman Luthfi, Anggi Pratiwi, dan Rika Farhana, tim PKM-M Unsyiah ini mengedukasi murid sekolah tersebut guna meningkatkan kesadaran mencuci tangan.

“Banyak anak-anak tidak mencuci tangan karena tidak menyadari ada banyak kuman yang menempel di tangan mereka, meskipun terlihat bersih,” kata Saida.

Tim ini dibimbing langsung dosen Unsyiah Dr Dewi Yunita STP MRes

Selain itu, pihaknya juga mengajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak sesuai dengan metode 6 langkah yang disarankan World Health Organization (WHO).

“Kami berharap anak-anak dapat membiasakan diri untuk hidup bersih dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas agar terhindar dari penyakit,” katanya lagi.

Kegiatan itu dilakukan dalam 5 tahap. Mulai dari pembuatan media agar mikrobiologi, penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan, penempelan tangan pada media sebelum dan sesudah mencuci tangan, mengingkubasi media hasil penempelan tangan (selama 24 jam), hingga memperlihatkan mikroba yang tumbuh pada media hasil penempelan tangan.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved