Polri Adakan Patroli Cyber ke Grup-grup WA Guna Halau Hoax, Jangan Sebar Konten Sembarangan!

Tim cyber Polri memantau WhatsApp Group (WAG) yang terindikasi berisi informasi atau penyebaran hoax yang bisa menyesatkan masyarakat

Ilustrasi WhatsApp.(Ist) 

Selama ini, penyebaran konten yang berujung pada informasi menyesatkan pada masyarakat, ternyata tidak terdeteksi secara jelas.

Baca: Viral Pengemudi BMW Todongkan Pistol ke Pengemudi Lain, Pelaku Berhasil Ditangkap

Baca: Selama Libur Lebaran, Sekitar 50 Ribu Wisatawan Masuk ke Sabang

 “Memang saat ini sudah beralih dari media sosial Facebook, Twitter, Instagram, beralih kepada WA Group. Karena itulah, kami adakan patrol cyber untuk memantau penyebaran hoax ini,” tandas Ricky.

“Penyebarannya dapat lebih cepat WAG karenakan WAG selama ini tidak terdeteksi,” papar Ricky.

Namun demikian, dikutip dari Tribrata, Ricky tidak menjelaskan bagaimana cara Kepolisian memantau grup WA yang terindikasi menyebar hoax, karena itu masuk ranah penyidikan dan penyelidikan.

Sebelumnya, polisi telah menangkap 2 orang yang telah menjadi tersangka penyebaran hoax.

Salah satunya tersangka berinisial YM yang berstatus sebagai pegawai administrasi salah satu sekolah di Depok.

YM, tersangka penyebar hoax di grup WA. Tribunnews.com (Vincentius Jyestha)

Baca: Dari Sel Palsu hingga Pelesir ke Padalarang, Ini Deretan Ulah Setya Novanto Selama di Sukamiskin

Baca: Terkena Jeratan Warga, Kaki Beruang Madu Ini Terpaksa Diamputasi

Ia menyebarkan hoax percakapan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang seolah-olah menyebut kasus Kivlan Zen adalah rekayasa.

YM yang merupakan relawan salah satu paslon capres itu mengaku tak tahu kalau informasi tersebut ternyata hoax.

Dikutip dari Tribun Jabar, YM diringkus di kediamannya pada Jumat (14/6/2019) pukul 02.00 WIB.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved