Salam

Sengketa Hasil Pilpres Sedot Perhatian Publik

Perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019

Sengketa Hasil Pilpres Sedot Perhatian Publik
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (berdiri-kanan) terlihat berdiskusi dengan anggota tim hukum Denny Indrayana di sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019).(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

Perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019, kemarin mulai disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda pembacaan materi gugatan dari pemohon, yakni pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedangkan pihak termohon adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Selain penyelenggara pemilu, yang ikut menjadi termohon adalah calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Materi gugatan yang dibacakan selama berjam-jam oleh Bambang Widjoyanto (kuasa hukum penggugat) bukan hanya mempersoalkan tentang hasil pemilu, tapi juga menyorot prosesnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa sengketa proses pemilu adalah sengketa yang terjadi antar-peserta pemilu dan sengketa peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu sebagai akibat dikeluarkannya keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), keputusan KPU Provinsi, dan keputusan KPU Kabupaten/Kota. Sedangkan, sengketa (perselisihan) hasil pemilu adalah perselisihan antara KPU dan Peserta Pemilu mengenai penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara nasional.

Dalam hal terjadi sengketa hasil pemilu, maka lembaga yang berwenang menyelesaikannya adalah Mahkamah Konstitusi (MK). Tetapi, untuk sengketa proses pemilu, lembaga yang berwenang untuk menerima, memeriksa, dan memutus penyelesaian sengketa proses tersebut adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Pengajuan gugatan atas sengketa proses pemilu ke PTUN dilakukan setelah upaya administrasi di Bawaslu telah digunakan.

Sudang yang sangat menyedot perhatian publik ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan dalam jumlah banyak. Sidang yang terbuka untuk umum ini hanya menampung pengunjung yang sangat terbatas. Selebihnya pengunjung bisa menyaksikan jalannya persidangan melalui beberapa televisi monitor yang dipasang di komplek MK. Di luar gedung MK juga diwarnai dengan para pengunjuk rasa damai yang ingin mengawal agar persidangan kasus perselisihan hasil pemilu ini berjalan fair.

Menghadapi sidang ini, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman jauh-jauh hari sudah menegaskan, pihaknya sudah siap menghadapi sengketa hasil Pemilu Serentak 2019. MK telah menyiapkan barbagai hal mulai dari regulasi sampai sumber daya manusia untuk menyelesaikan sengketa hasil Pemilu.

“Saya ingin menegaskan bahwa kami Hakim Konstitusi bersembilan dan seluruh aparatur pendukung Mahkamah Konstitusi menyatakan siap 100% untuk menghadapi dan menangani perselisihan hasil pemilu, sekiranya nanti memang ada yang mengajukan permohonan,” ujar Anwar Usman.

Bagi MK, Pemilu 2019 merupakan pemilu yang rumit karena baru pertama kali bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilu serentak antara Pilpres dan pemilu legislatif (Pileg). Karenanya, sudah sejak awal diprediksi akan melahirkan banyak gugatan, terutama dalam proses pileg. Akan tetapi, yang terpenting, Pemilu serentak 2019 betul-betul akan melahirkan manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh bangsa ini, menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik dalam segala hal.

Dalam pandangan siapa pun, kesuksesan Pemilu bukan hanya tercermin dari kelancaran rangkaian proses pemilu sejak tahapan persiapan, kampanye, sampai dengan pemungutan suara. Akan tetapi, kesuksesan tersebut ditentukan juga oleh bagaimana sengketa hasil pemilu yang muncul dapat diselesaikan. Lagi-lagi dengan mekanisme yang transparan, akuntabel, adil, damai, dan bermartabat. Atas dasar itulah, MK kita harap dapat menjalankan kewenangan menyelesaikan sengketa hasil Pemilu yang sangat menyita perhatian publik ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved