Tender APBA Sarat Masalah

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengklaim, pelaksanaan tender proyek Anggaran Pendapatan

Tender APBA Sarat Masalah
ist
Azhari Cagee

* Tak Sesuai Spek atau HPS Dinas-dinas

BANDA ACEH - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengklaim, pelaksanaan tender proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 sarat masalah, karena banyak proyek yang tak sesuai dengan hasil perhitungan sementara (HPS) atau tidak sesuai dengan spesifikasi (spek) dinas-dinas teknis.

Belum lagi, menurut Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee, ada beberapa dinas yang paket proyeknya hingga kemarin belum ditender oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa/Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Aceh.

“Kami lihat, tender proyek APBA tahun 2019 ini sarat masalah, tender tidak seusai dengan spesifikasi atau HPS dinas-dinas atau dengan harga terendah. Jika tender tidak sesuai HPS, maka ini sama dengan memasukkan dinas terkait ke penjara,” kata Azhari Cagee kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (13/6).

Dia contohkan, di Dinas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), rekanan yang dimenangkan oleh ULP untuk mengerjakan proyek pembangunan gedung asrama diklat berlantai empat untuk tahap I, justru melakukan beberapa hal yang keliru dalam pengajuan mereka.

Perusahana pertama, katanya, tidak mencantumkan analisis harga bongkaran bangunan gedung mana yang akan dibongkar. Menurutnya, gedung yang akan dibongkar adalah bangunan gedung berstruktur beton bertulang berlantai dua sebanyak empat unit. “Tapi dalam penawaran yang diajukan untuk bongkaran gedung sangat tidak wajar,” kata Azhari.

Selanjutnya, pemenang tender tidak mencantumkan analisis mobilisasi dan demobilisasi alat berat yang digunakan untuk pekerjaan utama gedung, yaitu fondasi tiang pancang. “Dikhawatirkan, jika banyak tidak sesuai, maka gedung yang dibangun nanti akan bermasalah dan akan terhenti di tengah jalan,” kata politisi Partai Aceh itu.

Menurut Azhari, Dinas BPSDM adalah salah satu dinas teknis yang menanyakan hal itu kepada ULP terkait tender proyek di dinas tersebut. “Ada beberapa dinas yang melaporkan hal itu kepada kami dan kita temukan memang banyak masalah di dinas-dinas. Bahkan ada proyek di dinas teknis hingga kini belum dilakukan tender. Jika sekarang belum ditender, mau kapan lagi? Kapan ditender, kapan dikerjakan?” tanya Azhari Cagee.

Dia tambahkan, banyak rekanan yang dimenangkan ULP tidak saling berkoordinasi dengan dinas-dinas teknis. Menurutnya, setelah dinyatakan menang, rekanan datang ke dinas dan langsung teken kontrak tanpa adanya koordinasi. “ULP sudah memenangkan rekanan, selesai dia. Di sinilah dikhawatirkan terjadi permainan. Dan yang bertanggung jawab setelah tender itu, ya dinas. Jika ada masalah ke depan, dinas teknislah yang akan berurusan,” katanya.

Kepala ULP mangkir
Oleh karena itu, komisi I yang membawahi bidang pemerintahan, termasuk pengadaan barang dan jasa, sudah dua kali memanggil Kepala ULP ke Komisi I untuk menjelaskan dan mengonfirmasi berbagai hal yang dilaporkan oleh dinas teknis. Namun, katanya, sudah dua kali surat dilayangkan, Kepala ULP masih mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan Komisi I DPRA.

“Sudah dua kali kita panggil, tapi dia tidak hadir. Pertama, katanya Kepala ULP lagi diopname, kedua tidak ada balasan. Ini kita panggil sekali lagi nanti hari Selasa, kalau tidak datang juga maka akan kita panggil paksa. Karena ini menyangkut pengawasan tender yang dilakukan ULP, jangan sampai tender yang dilakukan ULP menjadi musibah bagi dinas,” kata Azhari Cagee.

Atas berbagai persoalan dalam tender proyek, pengaduan dinas teknis, kata Azhari Cagee, bukan hanya ke Komisi I, tapi juga ke komisi-komisi lainnya, termasuk Komisi IV. “Bahwa memang tender yang dilakukan ULP sarat masalah dan kebanyakan tidak sesuai dengan HPS yang dilakukan dinas teknis. Kalau ini terjadi maka bermakna ULP menjeremuskan dinas ke penjara karena yang akan dikerjakan nanti pasti tidak sesuai,” timpalnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved