Walhi Duga Ada Oknum Aparat Terlibat

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur SH, menduga ada keterlibatan oknum aparat

Walhi Duga Ada Oknum Aparat Terlibat
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Muhammad Nur, Direktur WALHI Aceh 

* Terkait Temuan Kayu Ilegal untuk PLTMH Lawe Sikap
* Polda Aceh Diminta Ikut Mengawal

KUTACANE - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur SH, menduga ada keterlibatan oknum aparat dalam upaya memasok kebutuhan kayu untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Lawe Sikap. Sebanyak 2 ton lebih kayu hasil ilegal logging diamankan polisi di sekitar lokasi proyek tersebut, Rabu (12/6) siang.

“Polisi harus jeli dalam mengembangkan kasus penemuan kayu ilegal logging di lokasi proyek PLTMH. Karena kita menduga ada keterlibatan oknum aparat,” ungkap Muhammad Nur kepada Serambi, Jumat (14/6).

Dugaan adanya keterlibatan oknum aparat ini didasarkan ketatnya pengamanan untuk masuk ke lokasi proyek. Menurut Direktur Walhi Aceh, untuk bisa masuk ke lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap tidaklah mudah, apalagi menggunakan kendaraan.

“Siapa saja yang masuk akan diperiksa ketat oleh pihak keamanan. Karena itu, kuat dugaan ada oknum-oknum aparat yang terlibat sehingga mudah keluar masuk lokasi proyek,” imbuhnya.

Di samping itu, untuk mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat, polisi, lanjutnya, perlu menelusuri aliran dana pembelian kayu di perusahaan tersebut, apalagi di lokasi proyek banyak ditemukan kayu yang telah terpakai, baik untuk membangun basecamp maupun bangunan lainnya. Ia yakin, apabila aliran dana itu diterlusuri akan diketahui kepada siapa uang tersebut ditransfer.

“PLTMH Lawe Sikap adalah perusahaan besar, jadi tidak mungkin begitu saja mengeluarkan uang tunai, pasti mereka memakai prosedur pengiriman uang ke bank atau via transfer,” ujar Muhammad Nur.

Ia berharap kasus ini bisa dituntaskan oleh aparat kepolisian. Untuk itu, Polda Aceh perlu turun tangan langsung mengawal kasus ini hingga ke meja hijau. “Jangan ada masyarakat kecil yang jadi korban. Kita yakin, kayu itu bukan milik masyarakat melainkan milik oknum yang terindikasi sebagai pemasok maupun perambahan hutan,” pungkasnya.

Polres Aceh Tenggara (Agara), Rabu (12/6) siang mengamankan sekitar dua ton lebih kayu ilegal hasil perambahan hutan di lokasi proyek pembangunan PLTMH Lawe Sikap, Desa Batu Mbulan I, Kecamatan Babussalam. Kayu-kayu tersebut diduga akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut.

“Saat dilakukan penyelidikan di lokasi PLTMH Lawe Sikap, ditemukan kayu hutan yang diduga dari hasil penebangan liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Kapolres Agara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK didampingi Kanit Idik III Tipiter, Ipda Djuliar Yousnaidi.

“Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap petugas Satpam PLTMH Lawe Sikap, diperoleh keterangan bahwa kayu hutan hasil penebangan liar tersebut dipergunakan untuk kebutuhan pembangunan PLTMH Lawe Sikap,” tambah Rahmad Hardeny.

Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) IDIK III Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara (Agara) akan memeriksa sejumlah saksi terkait ditemukannya dua ton lebih kayu hasil ilegal logging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam, Rabu (12/6).

“Kita akan layangkan surat pemanggilan untuk dua orang saksi di lokasi proyek PLTMH,” kata Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK didampingi Kanit Idik III Tipiter Sat Reskrim, Ipda Djuliar Yousnaidi, kepada Serambi, Jumat (14/6). Pemeriksaan dijadwalkan Senin (17/6).

Semua barang bukti saat ini telah diamankan di Polres Agara. Di antaranya terdiri kayu jenis sembarang ukuran 2x2 sebanyak 24 batang, kayu ukuran 2x3 sebanyak 110 batang, ukuran 2x4 sebanyak 11 batang, ukuran 3x3 sebanyak empat batang, 14 lembar kayu sembarang dalam bentuk papan, dan empat batang kayu balok.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved