9 Pelajar Aceh Lulus ke LN

Sembilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Aceh terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar

9 Pelajar Aceh Lulus ke LN
SERAMBINEWS.COM/ FOTO Yayasan Bina Antarbudaya
Pelajar Aceh ikut program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) ke Amerika Serikat (AS). 

* Beasiswa Melalui Bina Antarbudaya

BANDA ACEH - Sembilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Aceh terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri (LN). Empat di antaranya lulus untuk mengikuti program American Field Service (AFS) Asia Kakehashi ke Jepang, sementara lima lainnya pada Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) ke Amerika Serikat (AS) melalui Yayasan Bina Antarbudaya.

Empat peserta AFS Asia Kakehashi ke Jepang yakni Muhammad Kevin Fahlevi dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Muhammad Lathief Fauzi dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Riva Demiati dari SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, dan Zaklina Malikha Morcky dari SMA Negeri 3 Banda Aceh.

Sedangkan lima peserta KL-YES ke Amerika yaitu Al Hakan Jazuli dari SMA Inshafuddin Banda Aceh, Farhanah Arifah Sa’i dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Mizana Alfira dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Salsabila Heldika Putri dari SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar, dan Teuku Muhammad Arsyi Maturidi dari MAS Oemar Diyan Aceh Besar.

Melewati seleksi panjang sejak 2018 lalu, empat pelajar Aceh ke Jepang mendapatkan hasil seleksi tingkat internasional dari AFS Jepang pada Jumat, 14 Juni 2019. Sementara lima pelajar ke Amerika Serikat mendapatkan hasil seleksi tingkat internasional oleh The United States Department of State, yang telah mengikuti Visa Camp di Jakarta pada akhir bulan lalu.

Demikian diungkapkan Koordinator Sending Bina Antarbudaya Chapter Aceh, Ratu Aisyah, Sabtu (15/6). Disebutkan, pada tahun 2019 ada 150 pelajar terbaik Indonesia akan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut, yang mana 9 di antaranya berasal dari Aceh. “Empat pelajar ke Jepang akan mengikuti program selama 6 bulan, dan lima pelajar ke AS selama 11 bulan. Peserta dua program ini direncanakan berangkat pada Agustus 2019,” ucapnya.

Ratu mengatakan, para peserta program akan menjadi ‘Duta Perdamaian’ dan ‘Duta Muda Indonesia’ dengan tinggal bersama keluarga angkat dan bersekolah di negara tersebut. Mereka juga diharuskan untuk menguasai kesenian Aceh seperti tari saman, likok pulo, ratoh duek, atau mampu bermain alat musik Aceh untuk ditampilkan di sana. “Kami percaya kesembilan pelajar Aceh ini dapat menjadi duta yang mampu mengharumkan nama Indonesia dan Aceh di tingkat internasional,” kata dia.

Sebelumnya, lebih dari 350 pelajar Aceh mengikuti seleksi tahap awal pertukaran pelajar Bina Antarbudaya di Aceh yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota. Sembilan peserta yang terpilih ini sudah melewati berbagai tahapan seleksi dan selanjutnya akan melengkapi administrasi kesehatan, pencarian keluarga angkat, dan sekolah di negara tujuan.

Pada bagian lain, Ketua Bina Antarbudaya Chapter Aceh, Issana Burhan mengatakan bahwa pada tahun 2019, Yayasan Bina Antarbudaya sudah melaksanakan seleksi pertukaran pelajar program KL-YES sejak Maret 2019, sementara untuk program AFS dan AFS Asia Kakehashi akan dibuka pada Juli 2019 mendatang.

“Siswa kelas X (sepuluh) SMA sederajat menjadi syarat utama untuk mengikuti program KL-YES. Sedangkan untuk program AFS dapat diikuti oleh siswa sepuluh dan sebelas. Kami berharap pada tahun ini akan lebih banyak pelajar Aceh yang mendaftar,” ujar Issana. Dia optimis dengan semakin banyaknya pelajar Aceh mengikuti program antarbudaya itu, maka akan semakin besar kesempatan untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved