Baleg Usulkan Raqan PPA dan Narkoba

Badan Legislasi (Baleg) DPRK Bireuen pada tahun 2019 sudah mengusulkan Rancangan qanun (Raqan)

Baleg Usulkan Raqan PPA dan Narkoba
SERAMBI/FERIZAL HASAN
ANGGOTA Baleg DPRK Bireuen, M Nur menyerahkan raqan tentang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta narkoba kepada Ketua DPRK, Ridwan Muhammad, Jumat (14/6). 

BIREUEN - Badan Legislasi (Baleg) DPRK Bireuen pada tahun 2019 sudah mengusulkan Rancangan qanun (Raqan) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan narkoba.

Usulan itu dilakukan setelah Baleg DPRK melihat dalam soal kekerasan terhadap perempuan dan anak dari tahun ke tahun semakin meningkat di Bireuen. Ini dapat dilihat dari kejadian yang berhubungan dalam rumah tangga atau KDRT.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin hari semakin mengarah kepada usia muda atau anak di bawah umur,” kata anggota Baleg DPRK, M Nur dalam rapat Paripurna II DPRK Bireuen, Jumat (14/6).

Bukan hanya itu, ujar M Nur, tingkat perdagangan perempuan untuk tujuan prostitusi, juga dijadikan sebagai tenaga kerja dengan upah murah yang rawan pelecehan seksual. “Itu sebab Baleg DPRK mengusulkan Raqan PPA guna untuk pencegahan,” ujarnya.

Banyaknya korban penyalahgunaan narkoba juga salah satu sebab pihaknya mengusulkan raqan inisiatif tentang narkoba. Sebelumnya, DPRK Bireuen menggelar rapat paripurna II masa persidangan I tahun sidang 2019 dengan agenda penyampaian rancangan qanun tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Bireuen tahun anggaran 2018, dan tindaklanjut hasil pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Aceh Tahun 2018.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved