Breaking News:

Citizen Reporter

Empat Kunci Sukses Orang Jepang

SAYA bersama sejumlah kepala dinas pendidikan dan kakankemenag kabupaten/kota, serta beberapa kepala

Editor: bakri
Empat Kunci Sukses Orang Jepang
IST
DR SILAHUDDIN MAg, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, melaporkan dari Osaka, Jepang

Selepas di Fushimi Inari Temple kami dipandu dan dimanjakan dengan pemandangan di tengah Kota Kyoto yang terlihat rapi dan asri sekaligus menikmati makan siang.

Hal menarik lainnya yang kami perhatikan adalah masyarakat Jepang sangat menyukai jalan kaki dan bersepeda daripada mengendarai motor atau pun naik mobil, sehingga saya jarang menjumpai orang Jepang yang gemuk, mereka kebanyakan lebih langsing.

Kebersihan lingkungan sangat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Jepang. Perokok hanya boleh merokok di area tertentu yang sudah disediakan tempatnya. Mereka juga membawa kantong plastik. Jika ada sampah maka akan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang dibawanya itu apabila tidak ia temukan tong sampah.

Perjalanan kami lanjutkan setelah makan siang menuju Nagoya Castle. Ini tempat sejarah zamannya samurai Jepang tempo dulu. Setelah itu dilanjutkan dengan makan malam bersama dengan pimpinan Artline Sachihata dan kami check-in di Hotel Nagoya sehabis makan malam.

Selama beberapa hari di sini kami dapati bahwa budaya literasi di Jepang sangatlah maju untuk lingkup Asia. Banyak hal positif yang bisa dipeljari dari warga Jepang, mulai dari kedisiplinan, kebersihan, hingga budaya membaca mereka.

Dalam amatan kami tidak ada waktu yang sia-sia bagi masyarakat Jepang, mereka menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Setiap waktu luang mereka gunakan untuk membaca, misalnya dalam perjalanan menuju tempat bekerja ketika istirahat dari bekerja. Membaca betul-betul menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Ada beberapa hal yang memotivasi masyarakat Jepang untuk membaca. Pertama, di Jepang banyak terdapat toko buku. Kedua, siaran televisi banyak yang mendukung program membaca.

Ketiga, semua jenjang sekolah mewajibkan anak didik membaca minimal sepuluh menit, begitu juga orang tua mereka juga menyuruh anak-anaknya membaca.

Keempat, pemerintah menyediakan banyak sekali tempat membaca di berbagai tempat.

Jika saya perhatikan, ada empat budaya yang berkembang di Jepang, yakni budaya kebersihan, budaya sopan santun, budaya berolahraga, dan budaya baca atau literasi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved