Warga Blokir Jalan Simpang Peut

Sejumlah warga Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya melakukan pemblokiran jalan lintas

Warga Blokir Jalan Simpang Peut
IST
WARGA memblokir jalan lintas Simpang Peut-Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki, Sabtu (15/6). 

* Protes Jalan Rusak dan Berdeby Ekses Galian C

SUKA MAKMUE - Sejumlah warga Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya melakukan pemblokiran jalan lintas Simpang Peut-Kuta Makmue, Kecamatan Kuala, kabupaten setempat, Sabtu (15/6). Aksi pemblokiran itu untuk menekan perusahaan galian C agar memperbaiki kerusakan jalan yang dilewati truk mereka.

Informasi yang didapat Serambi, peristiwa ini didasari kekesalan warga lantaran sudah bertahun-tahun jalan lintas yang rusak itu tak kunjung diperbaiki oleh pihak terkait. Bahkan, terkesan tidak ada kepedulian sama sekali dari pihak pengelola proyek galian C di Kuta Makmue. Akhirnya, titik kesabaran warga habis sehingga mereka pun melancarkan aksi pemblokiran karena tidak tahan setiap hari menghirup debu.

Apalagi, badan jalan lintas itu juga sudah hancur dan berlubang yang sangat mengganggu pelintas di kawasan itu. “Kerusakan jalan lintas ini sudah terjadi bertahun-tahun, sehingga kami melakukan protes dengan memblokir jalan,” kata Darwin, anggota Tuha Peut Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala kepada Serambi, Sabtu (15/6).

Darwin menyebutkan, warga melakukan pemblokiran selama lebih kurang dua jam dengan membentangkan kursi dan drum di badan jalan, sehingga tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Aksi pemblokiran yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu baru berakhir sekitar pukul 10.00 WIB, setelah datang alat berat dari pihak pengelola galian C untuk meratakan kerikil di badan jalan.

Pada bagian lain, anggota Tuha Peut Desa Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Darwin meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya untuk memeriksa izin galian C yang berada di Kuta Makmue. Jika proyek galian C itu tidak berizin, warga mendesak, instansi terkait segera menutup usaha tersebut karena sangat merugikan masyarakat.

“Instansi terkait harus memeriksa galian C itu apakah memiliki izin atau tidak,” pinta Darwin. “Seharusnya keberadaan galian C itu juga membawa manfaat terhadap Desa Simpang Peut, karena setiap hari kendaraan mereka melintasi daerah itu. Namun, yang terjadi malah sebaliknya,” pungkasnya.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved