3 Calon Investor Mundur Karena Isu Referendum

Isu referendum yang bergulir di Aceh ternyata berimbas juga kepada dunia investasi

3 Calon Investor Mundur Karena Isu Referendum
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Azhari Cagee

* Jubir KPA: Jangan Dikait-kaitkan

JAKARTA - Isu referendum yang bergulir di Aceh ternyata berimbas juga kepada dunia investasi. Tiga perusahaan internasional yang berencana investasi di Aceh meyatakan menunda programnya. Tiga perusahaan tersebut bergerak di bidang industri kelapa sawit, pembangunan bungker CPO di Sabang, dan industri pembuatan sabun dan deterjen di Banda Aceh.

Demikian diutarakan pengusaha sukses asal Aceh yang juga pengurus Kadin Pusat, Sabri Ali di Jakarta, Sabtu (15/6). “Para calon investor itu telah menyatakan meninjau kembali rencana investasinya dalam waktu tak terbatas. Seyogiyanya selepas lebaran ini ada tindak lanjut dari rencana investasi tersebut. Tapi karena situasi Aceh, khususnya pasca isu referendum, mereka terkesan menahan diri,” kata putra Motasik, Aceh Besar ini.

Isu referendum sebelumnya disuarakan Ketua Partai Aceh/Komite Peralihan Aceh (PA/KPA), Muzakir Manaf dalam satu acara yang dihadiri Pangdam Iskandar Muda, Gubernur Aceh, Kapolda dan para pimpinan daerah Aceh lainnya.

Sabry Ali, yang menjabat CEO Banda Group, Chairman Net_TV Aceh dan President of @acehcigarclub, itu mengatakan, isu referendum tidak hanya mengguncangkan jagad politik, tapi juga berimbas kepada dunia investasi di Aceh.

“Imbasnya bisa kemana-mana, termasuk dunia usaha. Padahal, calon investor itu sudah ada pembicaraan dengan Perusahaan Pembangunan Aceh. Rencananya, segera ditindaklanjuti lagi. Tapi kemudian saya mendapat konfirmasi, calon investor itu menunda programnya, setelah isu referendum mencuat,” demikian Sabri Aly.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRA yang juga Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA), Azhari Cagee meminta semua pihak agar tidak mengaitkan investasi dengan isu wacana referendum.

“Jangan kaitkan isu investasi dengan wacana referendum. Saya rasa isu itu mengada-ada. Kalau benar ada investor kenapa dulu tidak pernah kita dengar proses dan pogresnya seperti apa. Kenapa setelah isu referendum mencuat, baru muncul isu investor tak jadi,” kata Azhari saat dimintai tanggapannya, Sabtu (15/6) malam.

“Saya malah curiga ada upaya untuk membenturkan isu referendum dengan investasi dan kerugian ekonomi. Ini namanya pengalihan isu, saya rasa masyarakat Aceh sudah cerdas ini tujuannya ke mana,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kenapa harus takut datang ke Aceh? “Aceh aman, keamanan terjamin, tidak ada kerusuhan yang terjadi setelah isu referendum dan semua masih dalam batas demokrasi dan kewajaran,” tegasnya.

Jika memang benar informasi itu bahwa ada calon investor batal ke Aceh setelah adanya isu referendum, maka ini bisa dicek ke kabupaten yang akan mereka tuju. “Pastinya wali kotanya tahu, tapi ini biasa saja, nggak ada informasi apa-apa. Untuk melacak itu gampang tinggal kita cek saja badan perizinan Aceh kalau di sana saja tidak ada, berarti belum ada apa-apanya bagaimana dikatakan mundur,” demikian Azhari Cagee.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved