Caleg SIRA di Nagan Ajukan Gugatan ke MK  

Merasa tidak puas dengan perolehan suara yang dianggap menyusut dari perhitungan manualnya

Caleg SIRA di Nagan Ajukan Gugatan ke MK   

SUKA MAKMUE - Merasa tidak puas dengan perolehan suara yang dianggap menyusut dari perhitungan manualnya, calon legislatif (caleg) DPRK Nagan Raya dari Partai SIRA, Said Mustajab resmi mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (23/5) sekitar pukul 15.45 WIB. Gugatan itu didasari atas dugaan masalah pada hasil suara yang diperoleh di Kecamatan Suka Makmue yang menurut pemohon telah dialihkan ke partai oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat.

“Gugatan tersebut atas hilangnya suara saya di Kecamatan Suka Makmue. Sebab saat perhitungan, jumlah masih tetap 164 suara, namun pada saat penandatanganan suara saya sudah tidak sesuai, yaitu tinggal 144 suara lagi,” jelas Said Mustajab kepada Serambi, Minggu (16/6).

Said mengklaim, saat itu pihaknya telah melakukan protes dan komplain ke PPK dan Panwaslih supaya dapat dilakukan penghitungan ulang. “Akan tetapi, pihak PPK tidak bersedia dan menyatakan masalah tersebut biar diselesaikan di MK saja,” tukasnya.

Terkait hal itu, tandas Said, dia mengaku bahwa suaranya yang hilang tersebut diduga telah dialihkan ke partai, sehingga dirinya merasa sangat dirugikan. “Karena kondisi tersebut maka saya terpaksa harus menempuh jalur hukum guna mencari keadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Nagan Raya, Adam Sani menyebutkan, untuk Kabupaten Nagan Raya ada satu permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tingkat DPRK Nagan Raya yang telah diajukan ke MK yaitu oleh Said Mustajab dari Partai SIRA terkait dengan perselisihan hasil suara di dalam internal partai itu sendiri.

Kecuali itu, untuk tingkat DPR RI, dari Dapil 1 termasuk Nagan Raya secara keseluruhan ada 2 partai yang sudah mengajukan PHPU ke MK yaitu Partai Nasdem dan Berkarya. Sedangkan pada tingkat DPRA kosong karena tak ada yang mengajukan gugatan PHPU ke MK. “Saat ini, kita dari Panwaslih Nagan Raya sedang mempersiapkan keterangan tertulis untuk disampaikan pada persidangan di MK nantinya, terkait gugatan PHPU di MK,” jelas Adam Sani.

Di lain pihak, Sekretaris Umum (Sekum) Partai SIRA, Marwan membenarkan adanya ajuan gugatan PHPU ke MK oleh salah satu caleg SIRA tingkat DPRK di Nagan Raya dari daerah pemilihan Nagan Raya 1 terkait perselisihan suara di intenal partai. Marwan mengungkapkan, Said Mustajab menggugat suaranya yang hilang. “Dia bukan menggugat caleg lain, walaupun nanti kalau dia menang akan berpengaruh pada caleg lain karena suaranya akan menjadi yagn teratas,” jelas Marwan.

Berdasarkan informasi yang didapat Serambi, dalam pokok permohonan yang disampaikan pemohon kepada MK pada 23 Mei 2019, di antaranya adalah, pemohon adalah calon legislatif DPRK Nagan Raya untuk Pemilu 2019 dari Partai SIRA Dapil Nagan Raya 1 nomor urut 2. Bahwa berdasarkan rekapitulasi yang dilakukan oleh KIP Nagan Raya tanggal 9 April 2019, Partai SIRA Nagan Raya mendapatkan 3 kursi untuk DPRK Nagan Raya dengan rincian satu dapil mendapat satu kursi.

Bahwa atas rekapitulasi tersebut, pemohon sangat keberatan karena ternyata untuk Dapil Nagan Raya 1 suara terbanyak diraih oleh nomor urut 3 atas nama Puji Hartini. Padahal, berdasarkan rekap model C1 DPRK Dapil Nagan Raya 1, pemohon lah yang lebih banyak suara daripada calon-calon yang lain. Selain itu, setelah pemohon selidiki dan bandingkan ternyata suara pemohon banyak yang dialihkan atau dikurangi oleh beberapa PPK kemudian ditambahkan kepada caleg-caleg lain dan suara Partai SIRA.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved