Dari Pondok Jagung di Tepian Laut Lhoknga, Zulkifli Merajut Masa Depan Anak-anaknya

Untaian kalimat penuh harap namun berbalut optimis itu terlontar dari mulut Zulkifli (53), penjual jagung bakar di tepian laut Lhoknga, Aceh Besar

Dari Pondok Jagung di Tepian Laut Lhoknga, Zulkifli Merajut Masa Depan Anak-anaknya
SERAMBINEWS.COM/NASIR NURDIN
Zulkifli bersama istrinya, Marlinda dan anak bungsu mereka, Mujibur Razak di pondok jagung tepian laut Lhoknga, Aceh Besar. Foto direkam Minggu (16/6/2019) malam.   

Dari Pondok Jagung di Tepian Laut Lhoknga, Zulkifli Merajut Masa Depan Anak-anaknya

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - “Kalaupun saya berharap ada yang membantu tambahan modal, semata-mata agar saya mendapatkan sedikit tambahan keuntungan karena kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anak saya semakin besar. Anak-anak saya harus berhasil dalam pendidikan, jangan seperti kami, orangtua mereka.”  

Untaian kalimat penuh harap namun berbalut optimis itu terlontar dari mulut Zulkifli (53), penjual jagung bakar di tepian laut Lhoknga, Aceh Besar.

“Setiap hari kami tutup menjelang magrib setelah berjualan sejak ba’da zuhur,” ujar Zulkifli didampingi istrinya, Marlinda (43) mengawali bincang-bincang dengan Serambinews.com, Minggu (16/6/2019) malam.

Baca: Sopir Xenia Korban Tabrakan dengan Sempati Star Dikebumikan di Kampung Orang Tuanya di Peusangan

Anak bungsunya, Mujibur Razak (5) tertidur lelap di balai-balai yang berfungsi sebagai tempat duduk para pelanggan.

Tungku perapian jagung bakar sudah dipadamkan.

Zulkifli adalah satu dari puluhan penjual jagung bakar yang berjejer di tepian Laut Lhoknga, pinggiran Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, Km 17.

Baca: Isak Tangis Warnai Pemakaman 1 Keluarga dalam Satu Liang, Korban Tabrakan Sempati Star vs Xenia

Zulkifli mengisahkan, dia bersama istri merintis usaha jualan jagung bakar sejak lima tahun lalu.

Selama beberapa tahun dia bertahan dengan pondok darurat beratap terpal, sebelum akhirnya, dua tahun lalu dia mendapat pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebesar Rp  5 juta yang dia gunakan untuk merehab pondok menjadi seperti sekarang, supaya lebih nyaman. Termasuk memasang listrik.

Halaman
1234
Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved