Hubungan AS dengan Iran Memanas, Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer

Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuturkan, mereka mempertimbangkan semua opsi buntut hubungan yang memanas dengan Iran.

Hubungan AS dengan Iran Memanas, Amerika Serikat Pertimbangkan Opsi Militer
AFP/ISNA
Sebuah gambar yang dirilis oleh kantor berita ISNA menunjukkan kapal tanker Front Altair dilalap api setelah diduga diserang dengan torpedo di Teluk Oman pada Kamis (13/6/2019).(AFP/ISNA) 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuturkan, mereka mempertimbangkan semua opsi buntut hubungan yang memanas dengan Iran.

Dalam wawancara dengan CBS Face the Nation, Pompeo mengatakan mereka sudah memberi kabar kepada Presiden Donald Trump beberapa kali semua opsi yang mereka punya.

"Kami akan terus memberi dia perkembangan. Kami percaya diri kami dapat mengambil tindakan yang bisa memberi pencegahan," kata Pompeo dilansir CNN Minggu (16/6/2019).

"Tentu saja," lanjut Pompeo dalam konferensi pers ketika awak media menanyakan apakah menggunakan militer masuk ke dalam opsi yang dipertimbangkan.

Meski begitu, Pompeo mengutip perkataan Trump yang menyatakan dia tidak ingin terlibat perang dengan Iran, dan menegaskan Iran tidak boleh mendapat senjata nuklir.

Komentar Pompeo terjadi di tengah ketegangan yang terjadi di perairan Timur Tengah, di mana dua kapal tanker diserang di dekat Selat Hormuz pekan lalu.

Washington menyalahkan Iran dengan Komando Sentral merilis video dan gambar memperlihatkan kapal patroli Iran melepaskan ranjau tempel dari lambung kapal.

Ledakan yang sempat membuat salah satu dari kapal tanker itu terbakar kini masih diselidiki.

Pompeo berujar Teheran bertanggung jawab atas serangan itu. Dia berpegang kepada penilaian intelijen, senjata yang digunakan, level pengalaman yang dibutuhkan, dan pertimbangan berdasarkan serangan terdahulu.

Kepada Fox News Sunday, Pompeo menegaskan "tidak salah" bahwa Iran merupakan pelaku serangan di Teluk Oman dengan tujuan "untuk menghalangi lalu lintas minyak".

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved