MK Terima 13 Sengketa Pemilu dari Aceh

Mahkamah Konstitusi (MK) menerima setidaknya 13 laporan sengketa pemilu atau perkara perselisihan hasil pemilihan umum

For Serambinews.com
Agusni AH, Komisioner KIP Aceh. 

BANDA ACEH - Mahkamah Konstitusi (MK) menerima setidaknya 13 laporan sengketa pemilu atau perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pada Pemilu 2019 dari Aceh. Komisioner KIP Aceh, Agusni AH, semua laporan itu sudah teregistrasi di MK sejak beberapa hari lalu. “Rata-rata mengajukan permohonan pada tahapan pelaporan sebelumnya,” kata Agusni kepada Serambi kemarin.

Menurut Agusni, jadwal sidang untuk 13 kasus dari Aceh tersebut sudah ada. Namun, pihaknya belum memonitor jadwal pastinya. “Jadwal sidang belum konek, nanti akan kami kabari kembali,” janjinya.

Sesuai daftar yang dikirim Agusni kepada Serambi, kemarin, ke-13 kasus tersebut adalah perkara atau PHPU pemilihan calon anggota DPRA di dapil 4 yang diajukan Partai Aceh, PHPU DPRK Nagan Raya dapil 1oleh caleg Partai SIRA, PHPU DPRK Bireuen dapil 2 dan DPRK Pidie Jaya dapil 3 yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB).

Selanjutnya, PHPU DPRA dapil 2 dan DPRK Pidie dapil 3 yang dimohon oleh Partai Aceh, dan PHPU DPRK Aceh Singkil dapil 1 yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian, PHPU DPRA dapil 6 yang diajukan Partai Nanggroe Aceh (PNA), PHPU DPR RI dapil 1 dan 2, serta DPRA dapil 3, 4, dan DPRK Bireuen dapil 2 yang diajukan Partai NasDem.

Setelah itu, PHPU di DPRK Aceh Besar dapil 5 dan DPRK Sabang dapil 1 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PHPU DPRK Banda Aceh dapil 3 dari Partai Golkar, PHPU DPRA yang diajukan Partai Berkarya (menunggu konfirmasi), serta PHPU DPRA dapil 6, 4, 10, DPRK Singkil dapil 3, dan DPRK Aceh Timur dapil 3, 4 yang diajukan Partai Demokrat. Lalu, PHPU DPRA dapil 6, DPRK Aceh Timur dapil 2 yang diajukan Partai Daerah Aceh (PDA), dan terakhir PHPU DPR RI dapil 1 dan 2 yang diajukan Partai Berkarya.

“Dalam pengajuan sengketa itu, semua mereka mengadukan KPU RI yang sudah memutuskan dan menetapkan hasil sebelumnya,” ungkap Agusni. Ditambahkan, KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota di Aceh siap menghadapi sema gugatam yang diajukan oleh beberapa peserta pemilu di Aceh.

Karena itu, pihaknya kini sedang menyiapkan alat bukti untuk menghadapi masa persidangan. “Kita rasa ini adalah langkah tepat yang dilakukan kontestan pemilu di Aceh, jalur sesuai peraturan dan perundang-undangan. Kita siap menghadapi masa persidangan tersebut,” demikian Agusni AH.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved