Panen Sedang Melimpah, Harga Tandan Buah Segar Sawit Anjlok, Petani Menjerit

Apalagi sekarang panen TBS kelapa sawit sedang melimpa, tetapi petani tidak mendapat uang sesuai harapan.

Panen Sedang Melimpah, Harga Tandan Buah Segar Sawit Anjlok, Petani Menjerit
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Petani menjual TBS sawit kepada pengepul di Dusun Sarah Nyala, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dengan harga Rp 900-950 perkilogram, Sabtu (30/3/2019). 

Laporan Zubir I Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kota Langsa maupun Aceh Timur dan Aceh Tamiang sejak berapa pekan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah hingga sekarang anjlok di kisaran harga Rp 640/kg.

Padahal sebelumnya harga TBS kelapa sawit ini bertahan Rp 900-950/Kg. Kondisi tersebut berbarengan sedang melimpahnya hasil panen TBS kelapa sawit milik para petani.

Akibatnya petani merugi.

Seorang petani sawit di Langsa, Basyir, kepada Serambinews.com, Senin (17/6/2019) mengatakan, saat ini semua petani yang memiliki usaha kebun pohon kelapa sawit menjerit dan merugi total, karena harga TBS kelapa sawit tersebut tidak ada harga atau sangat murah dibeli oleh agen yakni Rp 620/Kg.

Turunnya harga TBS kelapa sawit ini dimulai sejak dua pekan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah, dan kondisi tersebut masih terjadi hingga saat sekarang.

Sebelumnya harga beli agen terhadap TBS kelapa sawit mencapai Rp 900-950/kg.

"Harga TBS kelapa sawit saat ini membuat petani merugi, karena dalam 1 ton hanya dapat uang Rp 300 ribu setelah dipotong ongkos panen dan langsir Rp 250-300/Kg. Hasilnya untuk membeli pupuk saja petani sudah susah," ujarnya.

Ditambahkan Basyir, murahnya harga TBS kelapa sawit ini hanya di Aceh saja karena di Sumut harga beli TNS sawit agen pada petani Rp 1.000-1.100/Kg.

Bahkan di PKS Sementok milik PTPN I Langsa harga belinya mencapai Rp 1.000 l3bih/Kg.

Baca: Dana Desa Tahap I Tuntas Dicairkan, Ini Pesan Kepala BPKD Simeulue

Baca: Seret Jatuh Dovi, Vinales dan Rossi di MotoGP Catalunya, Begini Nasib Lorenzo hingga Dibela Marquez

Baca: Wakil Bupati Aceh Selatan Buka Madani Festival

Sekarang ini sebagian agen TBS sawit yang memiliki jaringan ke Sumut perbatasan, lebih memilih menjual TBS kelapa sawit ke provinsi tetangga walaupun harus mengeluarkan lebih besar untuk angkutan.

Pemerintah dinilai harus turun tangan menyikapi harga TBS kelapa sawit yang sangat anjlok agar petani bisa lega kembali dan TBS sawit dapat dibeli dengan harga yang layak kembali, tidak seperti sekarang semua petani menjerit.

Apalagi sekarang panen TBS kelapa sawit sedang melimpa, tetapi petani tidak mendapat uang sesuai harapan.

Sebelumnya Kadistanbun Aceh A Hanan SP MM melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Azanuddin Kurnia SP MP, meminta pabrik kelapa sawit (PKS) untuk membeli TBS kelapa sawit dari petani sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.

“Kita sudah berusaha untuk menstabilkan harga TBS melalui keputusan penetapan harga oleh tim Provinsi setiap sebulan sekali. Turunnya harga TBS jauh dari harga ketetapan provinsi membuat pendapatan petani sawit menurun. Ini sangat kita sayangkan. Karena itu, mari kita berusaha membangun perkebunan dengan memberikan harga yang layak kepada petani,” ungkap Azanuddin didampingi Kasi Pemasaran Distanbun Aceh, Ir Nurlela MT berapa waktu lalu.(*)

Penulis: Zubir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved