Petani Berharap Bendungan Irigasi di Manyakpayed Dibangun Tahun Ini

Sejumlah petani dari enam kampung di Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, mendesak Pemerintah Aceh segera membangun bendungan irigasi agar bisa

Petani Berharap Bendungan Irigasi di Manyakpayed Dibangun Tahun Ini
For Serambinews.com
Bangunan bekas bendungan irigasi di Manyakpayed yang sempat dibangun 1986. Ketiadaan irigasi di wilayah ini memaksa petani bercocok tanam hanya mengandalkan tadah hujan. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG  – Sejumlah petani dari enam kampung (desa) di Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, mendesak Pemerintah Aceh segera membangun bendungan irigasi agar bisa mengairi areal persawahan mereka.

Para petani berharap pembangunan dilakukan tahun ini juga, karena usulan sudah mereka sampaikan tahun lalu melalui anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi ketika reses.

"Kami berharap sekali pembangunan bendungan irigasi bisa terwujud di tahun ini, sebagaimana yang telah kami usulkan lewat wakil kami di DPR Aceh," ujar Wagimin (62), petani asal Kampung Matangara Aceh, Senin (17/6/2019).`

Menurut dia bendungan pernah dibangun pada 1986 silam, namun seiring waktu itu tidak lagi berfungsi.

“Terakhir bisa digunakan pertengahan 1990-an,” kata dia.

Baca: Suplai Air Irigasi ke Ratusan Hektare Sawah di Bandardua Terganggu

Baca: Masyarakat Tangse Perbaiki Saluran Irigasi

Baca: Irigasi Pulo Seunong Tangse, Pidie Jebol, 35 Hektare Areal Sawah Kering

Ketiadaan irigasi di wilayah ini memaksa petani beraitivitas cocok tanam menggunakan pola lama. Mereka hanya mengandalkan air hujan sebagai penopang utama mengairi tanaman padi.

"Kami hanya mengandalkan pola tanam tadah hujan. Ancaman gagal panen sangat besar,” kata dia.

Angggota DPRA Asrizal H Asnawi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya usulan warga melalui dirinya meminta pembangunan irigasi. Menurutnya keberadaan irigasi di wilayah itu sangat penting dan genting karena memberi manfaat terhadap enam kampung, yakni Matangara Aceh, Matangara Jawa, Matangcincin, Tanjungneraca, Ujungtanjung dan Dagangsetia.

Dia memastikan proses pengerjaan bendungan irigasi akan berjalan tepat waktu karena saat ini tinggal dilelang.

“Sudah oke, tinggal lelang. (Kendalanya) cuma lambannya kerja ULP. Beredar informasi sedang cari “jodoh” (penawaran). Saya rasa tidak usah lagilah, (irigasi) inikan penting dan genting,” ujarnya.

Dijelaskannya pembangunan bendungan irigasi ini menganggarkan Rp 5 miliar bersumber dari APBA 2019. Asrizal menambahkan tahun ini dia mengusulkan tiga paket pembangunan irigasi di Aceh Tamiang, masing-masing di Matangara Aceh dan Payatenggar di Kecamatan Manyakpayed serta Tenggulun di Kecamatan Tenggulun.

“Yang di Payatenggar dan Tenggulun sudah beres, sudah lelang. Jadi  memang tinggal yang di Matangara saja,” ucapnya. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved