Air Terjun Ceuraceu, ‘Surga Kecil’ yang Tersembunyi

PANORAMA alam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memang indah dan memukau

Editor: bakri
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
SEJUMLAH pengunjung menikmati pesona alam Air Terjun Puncak Ceuraceu yang terletak di Desa Drien Beurumbang, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, Minggu (16/6) siang. 

PANORAMA alam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memang indah dan memukau. Betapa tidak, setiba di ‘Bumoe Breuh Sigupai’ itu, kita akan dimanjakan dengan keindahan sungai yang membentang. Sungai (Krueng) Baru contohnya, adalah sungai yang membatasi Abdya dan Aceh Selatan.

Begitu juga dengan Krueng Babahrot yang merupakan perbatasan Abdya dengan Nagan Raya, juga bisa membelalakkan mata saat tiba di kabupaten hasil pemekaran dari Aceh Selatan tersebut.

Namun, salah satu paronamaalam yang begitu mempesona dan membuat Anda terpana adalah Air Terjun Ceuraceu. Air terjun bertingkat yang indah bak surga kecil ini siap memukau Anda saat berlibur di Kota Dagang ini. Tak diketahui pasti darimana nama ‘Ceuraceu’ itu muncul.

Namun, nama itu kami ketahui dari warga yang disampaikan dari mulut ke mulut. Surga Kecil itu terletak di Kecamatan Kuala Batee, tepatnya berada di Desa Drien Beurumbang, salah satu gampong hasil pemekaran Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee.

Untuk menuju puncak Air Terjun Ceuraceu, kita harus berjalan kaki. Hal ini disebabkan belum ada akses jalan yang bisa dilintasi roda dua maupun roda empat. Bagi Anda yang membawa kendaraan, tak perlu khawatir. Karena, kendaraan bisa kita titipkan di rumah warga ataupun di Komplek Balai Benih Ikan (BBI) Krueng Batee yang berjarak 300 meter dari Jalan Nasional Tapaktuan-Banda Aceh. Sebelum pergi, maka kita patut mempersiapkan sejumlah peralatan berpetualang, dan yang tak kalah penting makanan ringan, serta minuman.

Karena di puncak air terjun sana tak ada warung ataupun kios untuk dihampiri.saat perut keroncongan. Sepanjang perjalanan, kita harus melewati kawasan hutan dan sungai kecil berkelok- kelok dengan arus cukup deras, serta jalur bebatuan yang sedikit terjal. Perjalanan yang asyik dan menantang itu membutuhkan waktu 30 hingga 45 menit.

Namun, waktu 45 menit tak berasa lama bagi anda berjiwa petualang. Meski terik matahari, hawa sejuk yang dipancarkan dari sungai membuat kita berasa berjalan di dalam ruang yang dingin dengan suhu 14 derajat Celcius, apalagi saat kita melintas di sungai. Selain suhu nan dingin, sejak 5 menit perjalanan dimulai hingga puncak air terjun, gemercik suara air dan sesekali terdengar merdunya suara burung akan menemani perjalanan Anda. Bila kelelahan saat naik turun tanjakan yang curam, tak salahlah kita beristirahat dan berswafoto (berselfie) di tepi sungai yang memiliki air yang jernih dan terasa dingin.

Harus diakui, wisata alam ini tidak cocok dengan anak-anak, lantaran medan yang berat. Perjalanan akan berakhir ketika kita menjumpai palang dengan bertuluskan ‘Welcome to Ceuraceu’. Setiba di sini, tak sedikit para pengunjung yang sebelumnya kelelahan langsung loncat dan mandi di air terjun nan dingin bagaikan es tersebut.

Bahkan, banyak pengunjung takjub dan tidak ingin cepatcepat meninggalkan hutan Krueng Batee tersebut. dengan danya wisata Air Terjun Ceuraceu ini, semakin menegaskan Abdya memiliki pesona alam yang tidak ada habisnya. Hanya saja, Air Terjun Ceuraceu ini perlu perhatian dan keseriusan seluruh pihak untuk mengelolanya, khususnya perangkat desa setempat. “Jika ini dikelola, misal jalannya bagus atau ke lokasi hanya berjarak 500 hingga 1 kilometer, ada pondok dan disediakan tempat parkir, saya yakin Ceuraceu ini akan ramai dikunjungi,dan ini akan menjadi peluang ekonomi masyarakat setempat dan bisa menjadi sumber PAD,” ujar Khairul, salah seorang warga Susoh. Semoga kedepannya Air Terjun Ceuraceu terus bersolek dan menjadi ‘Surga Kecil’ nan indah di Abdya.  (rahmat saputra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved