Caleg Terpilih Diminta Lapor Harta ke KPK

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali mengingatkan caleg terpilih untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan

Caleg Terpilih Diminta Lapor Harta ke KPK
THARMIZI,Wakil Ketua KIP Aceh

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali mengingatkan caleg terpilih untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebelum dilakukan penetapan oleh KPU/KIP.

Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi menyampaikan hampir semua caleg terpilih di Aceh belum melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana diatur PKPU Nomor 20 tahun 2018.

“Informasi ini sudah pernah kita sampaikan dulu, tapi masih banyak juga caleg-caleg yang belum melaporkan atau masih ada yang belum membuat sama sekali (LHKPN). Karena itu perlu kita ingatkan lagi,” kata Tharmizi kepada Serambi, Senin (17/6).

Dia mengatakan, jika caleg terpilih tidak melaporkan harta kekayaannya maka KIP tidak mengusulkan namanya dalam pengajuan nama caleg yang akan dilantik kepada Presiden sebagaimana dijelaskan Pasal 37 ayat 3 PKPU Nomor 20 tahun 2018.

Tharmizi menambahkan bahwa pengajuan LHKPN harus disampaikan ke KPK. Kemudian, tanda terima pelaporan wajib diserahkan ke KPU/KIP paling lambat tujuh hari setelah ditetapkannya caleg terpilih.

“Penetapan caleg oleh KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota masih menunggu pengumuman dari MK (Mahkamah Konstitusi) pada tanggal 1 Juli (2019) terkait hasil gugatan ke MK,” ujar mantan anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh ini.

Karena itu, KIP Aceh terus mengingatkan caleg terpilih untuk segera menyampaikan LHKPN ke KPK dan menyerahkan tanda terima pelaporan ke KIP sesuai tingkatan paling telat tujuh hari setelah penetapan caleg terpilih.

“Karena saat ini cukup banyak LHKPN dari caleg-caleg terpilih DPR RI, DPD, DPRA dan DPRK di seluruh Indonesia yang harus diverifikasi oleh KPK. Maka bagi kawan-kawan caleg terpilih yang telah melapor harus selalu memantau ke KPK untuk memastikan laporannya sudah diverifikasi atau belum,” katanya.

Dari beberapa partai politik yang dikonfirmasi Serambi, Senin (17/6) malam, mengaku semua caleg sudah menyampaikan LHKPN ke KPK. Namun, hingga saat ini mereka belum mendapat konfirmasi dari lembaga antirasuah itu apakah sudah diterima atau belum.

“Sudah dilaporkan semua. Sebelum lebaran sudah submit (menyerahkan) semua. Sekarang sedang menunggu konfirmasi dari KPK. Setelah itu baru keluar tanda bukti,” kata Wakil Ketua DPW PPP Aceh H Ihsanuddin MZ kepada Serambi, Senin (17/6) malam.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh, Syukri Rahmat. Dia mengatakan, semua caleg terpilih partai berlambang pohon beringin itu sudah menyerahkan LHKPN ke KPK sebagaimana perintah PKPU Nomo 20 tahun 2018.

Begitu juga dengan caleg dari PKS. Menurut Sekretaris DPW PKS, Khairul Amal, semua caleg terpilih partai tersebut sudah menyerahkan LHKPN. Adapun harta yang dilaporkan adalah semua jenis harta atas nama sendiri atau yang dikonversikan dengan uang. Bahkan, menurut Khairul, caleg dari PKS sudah mendapatkan tanda bukti laporan dari KPK. Khairul juga mengaku para caleg terpilih juga sudah menyerahkan tanda bukti laporan tersebut ke KIP Aceh secara kolektif. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved