Luar Negeri

Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri

"Tindakan semacam itu tidak dapat dilihat selain sebagai upaya yang disengaja untuk memprovokasi perang,"

Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri
(EPA)
Pasukan AS sedang bergerak untuk mengikuti latihan bersama NATO di Polandia, Eropa Timur, bersandi Anakonda-16, selama 10 hari sejak Senin (6/6/2016). Latihan dilakukan secara bergilir di empat negara, yakni Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia. 

Presiden AS Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Begini Reaksi Rusia dan China

SERAMBINEWS.COM - Rusia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi di Timur Tengah, setelah Amerika Serikat mengumumkan pengerahan 1.000 tentara tambahan.

"Kami mendesak kepada semua pihak untuk menahan diri. Kami lebih suka untuk tidak melihat langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan di wilayah yang sudah tidak stabil," kata juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov.

Pernyataan itu menyusul kabar tentang AS yang pada Senin (17/6/2019), mengatakan telah menyetujui untuk pengerahan 1.000 tentara tambahan ke Timur Tengah.

Baca: REKAMAN CCTV - Berbelok di Penggalan Jalan Lampeuneurut, Pengendara Honda Scoopy Tersapu Fortuner

Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengatakan, pengiriman pasukan tambahan tersebut dalam tujuan peningkatan pertahanan pascaserangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman yang disebut AS dilakukan oleh Iran.

Namun Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, menyebut rencana AS untuk meningkatkan kehadiran pasukannya di Timur Tengah bertujuan untuk memancing konflik bersenjata.

"Tindakan semacam itu tidak dapat dilihat selain sebagai upaya yang disengaja untuk memprovokasi perang," kata Ryabkov kepada wartawan, Selasa (18/6/2019), dikutip kantor berita RIA Novosti.

Baca: Fakta Pelajar SMK Rekam Adegan Mesum Dalam Kelas, Siswi: Jangan Ko Kasi Nyala Blitz-nya

Sebelumnya pada 14 Mei, saat berkunjung ke Rusia, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa penempatan pasukan AS di wilayah Timur Tengah adalah untuk mencegah peperangan.

Pompeo, saat konferensi pers bersama Menlu Rusia Sergei Lavrov di Sochi, menegaskan bahwa AS pada dasarnya tidak mencari peperangan dengan Iran.

"Jika itu masalahya, maka AS harus menahan diri dari penguatan kehadiran (pasukan) lebih lanjut maupun dari langkah-langkah lain, termasuk menyeret dan mendorong sekutunya dari berbagai belahan dunia untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran," kata Ryabkov.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved