Luar Negeri

Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri

"Tindakan semacam itu tidak dapat dilihat selain sebagai upaya yang disengaja untuk memprovokasi perang,"

Donald Trump Kirim 1.000 Tentara ke Timur Tengah, Rusia dan China Peringatkan AS Menahan Diri
(EPA)
Pasukan AS sedang bergerak untuk mengikuti latihan bersama NATO di Polandia, Eropa Timur, bersandi Anakonda-16, selama 10 hari sejak Senin (6/6/2016). Latihan dilakukan secara bergilir di empat negara, yakni Polandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia. 

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak AS memutuskan mundur dari kesepakatan nuklir multinegara dengan Iran dan Rusia, tahun lalu.

"Titik awal kami adalah bahwa Iran akan tetap berada dalam kerangka kesepakatan nuklir dan akan mempertahankan kepatuhan terhadap kewajibannya," ujar Peskov, dikutip AFP.

Tanggapan China

China memperingatkan Amerika Serikat ( AS) setelah mengumumkan mengirim 1.000 tentara ke Timur Tengah untuk menangkal "perilaku bermusuhan" Iran.

Menteri Luar Negeri Wang Yi juga mendesak Iran untuk tidak meninggalkan begitu saja perjanjian nuklir setelah Teheran mengumumkan bakal memperbanyak uraniumnya.

Melalui Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, AS memutuskan mengirim pasukan tambahan setelah merilis bukti baru dugaan Iran menyerang kapal tanker.

Dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Suriah Walid Muallem, Wang mendesak semua pihak untuk menggunakan rasional mereka dan menahan diri.

"Jangan bertindak yang bisa memanaskan situasi di kawasan dan jangan berusaha untuk membuka Kotak Pandora," tegas Wang seperti diberitakan AFP Selasa (18/6/2019).

Wang juga menuturkan Washington harus mengubah pendekatan mereka agar tidak memberikan tekanan terlalu besar kepada Iran jika jingin mendapatkan solusi.

Tensi antara AS dan Iran meningkat sejak tahun lalu setelah Presiden Donald Trump mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir yang dibuat pada 2015.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved