Penipuan Calo CPNS

Korban Penipuan Calo CPNS di Pijay Bertambah. Ini Desakan Korban Samsidar

Korban penipuan calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pidie Jaya kembali bertambah dan resmi melapor ke pihak penyidik Polres Pidie.

Korban Penipuan Calo CPNS di Pijay Bertambah. Ini Desakan Korban Samsidar
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tim Kejaksaan Negeri Pidie Jaya resmi menahan tersangka calo CPNS, Maimun Musa alias Maimun Raja Pante (tengah), Rabu (10/4/2019) siang di Kantor Kejari Pijay.  

Korban Penipuan Calo CPNS di Pijay Bertambah, Ini Desakan Korban Samsidar

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU -  Korban penipuan calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pidie Jaya kembali bertambah dan resmi melapor ke pihak penyidik Polres Pidie.  

Kali ini,  Samsidar (53) warga Gampong Reudeup,  Kecamatan Panteraja atas kasus penipuan terhadap calo CPNS yang melibatkan terdakwa,  Maimun Musa atau Maimun Raja Pante. 

Sebelumnya korban yang sama Fadlinah (58) warga Gampong Tuha,  Kecamatan Trienggadeng,  Pidie Jaya (Pijay).

Adapun  laporan pengaduan secara resmi Samsidar itu tersebut tertuang dalam surat laporan polisi Nomor : STTLP/136/VI/RES. 1.11/2019SPKT POLRES PIDIE pada taggal 2 Juni 2019 sekira pukul 09:26  WIB.  Adapun korban Fadlinah (58) melaporkan tentang peristiwa pidana berupa tindak pidana penipuan pada 20 Maret 2017 lalu terhadap terlapor Maimun Musa. 

"Saya mendesak  aparat kepolisian atau penyidik Polres Pidie untuk mengusut dan sekaligus menahan saudara Maimun Raja Pante atas tindakan penipuan terhadap keponakan saya Amalul Razi Bayu (31) sebesar Rp 100 juta,"sebut Samsidar kepada Serambinews.com, Selasa (18/6/2019) melalui telepon seluler pribadinya.  

Sebagai bukti atas penipuan ini Samsidar memiliki dua bukti pengiriman uang melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) yaitu pada 19 April 2017 lalu untuk pengurusan keponaan Amalul Razi Bayu untuk dijadikan CPNS pada jalur khusus di Provinsi Aceh. 

Nyatanya justru ulah terdakwa telah melakukan penipuan terhadap kerabat keluarga dengan mengiming-iming jadi PNS.  

Adapun uang yang ditransfer kedalam rekening Maimun Musa dua kali itu semata-mata dari harta benda satu-satunya dari penjualan sawah satu naleh dengan harga Rp 100 juta. Demi memenuhi  harapan keponaan menjadi CPNS Samsidar rela menjual aset semata wayang.  

Halaman
12
Penulis: Idris Ismail
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved