KPK Periksa 7 Mantan Calon Rektor UIN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memanggil sejumlah mantan calon rektor di Universitas Islam Negeri

KPK Periksa 7 Mantan Calon Rektor UIN
ANTARA /APRILLIO AKBAR
REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Warul Walidin bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/6). 

* Termasuk Rektor UIN Ar-Raniry

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memanggil sejumlah mantan calon rektor di Universitas Islam Negeri (UIN) serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di daerah. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romi.

Mereka yang dipanggil adalah para mantan calon rektor yang pernah bersaing dalam bursa calon rektor di masing-masing kampus pada berbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia.

Dilansir Kompas.com, Senin (17/6), mereka yang dipanggil itu adalah calon rektor IAIN Pontianak, Syarif, Wajidi Sayadi, Hermansyah. Kemudian, calon rektor UIN Sunan Ampel, Ali Mudlofir, Masdar Hilmy, A Muzakki.

Selain itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Warul Walidin MA juga diperiksa kemarin. “Dibutuhkan keterangan sebagai saksi untuk menjelaskan proses seleksi rektor UIN yang pernah dijalankan. Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tersangka RMY,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Menurut Febri, pemanggilan itu diperlukan karena penyidik KPK menemukan fakta baru dari penanganan kasus Romahurmuziy saat ini. “Karena UIN ini kan di bawah Kementerian Agama, kami mendapatkan informasi baru yang perlu kami klarifikasi nanti. Tentu terkait sejauh mana pengetahuan mereka dan apa yang mereka alami terkait dengan dugaan peran tersangka RMY dalam proses ini,” kata Febri.

Saat ini, Romahurmuziy terjerat kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama Jawa Timur.

Dalam kasus seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur, Romi diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi. Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romi untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romi dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag. Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur, sedangkan Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Sementara dari Aceh, KPK memanggil mantan rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, kemudian Prof Dr Syahrizal Abbas MA, dan Prof Dr Warul Walidin Ak MA. Ketiga guru besar tersebut, merupakan calon rektor UIN Ar-Raniry yang sempat bersaing tahun lalu. Setelah proses panjang, akhirnya Prof Dr Warul Walidinlah yang terpilih di Kemenag dan ditetapkan sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh hingga saat ini. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved