Lima Hari Kerja Pascalibur Lebaran, Jumlah Pemohon Paspor di Kantor Imigrasi Langsa Meningkat

Lima hari kerja pascalebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 angka pemohon paspor RI di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa meningkat,

Lima Hari Kerja Pascalibur Lebaran, Jumlah Pemohon Paspor di Kantor Imigrasi Langsa Meningkat
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Masyarakat mengantre saat melakukan permohonan Paspor di Imigrasi Kelas II TPI Langsa. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA -- Lima hari kerja pascalebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 angka pemohon paspor RI di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa meningkat, yakni berjumlah 280 permohonan.

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Langsa, Mirza Akbar, melalui Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal, Denni Jumanson N, kepada Serambinews.com, Selasa (18/6/2019) mengatakan, peningkatan jumlah pemohon pascalibur Idul Fitri ini tidak sifnifikan jika dibandingkan tahun lalu 2018.

Selama lima hari kerja sejak tanggal 10 - 14 Juni 2019 jumlah pemohon Paspor RI ini sebanyak 280 permohonan.

Sedangkan 5 hari kerja pascalibur Idul Fitri tahun 2018 lalu berjumlah 261 permohonan.

"Sehingga perbandingan peningkatan permohonan pembuatan Paspor RI antara tahun lalu dan tahun 2019 ini hannya berjumlah 19 permohonan saja," ujarnya.

Denni Jumanson menambahkan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa bahwa sejak tanggal 4 Mei 2019 mulai menerapkan sistem yang baru dengan Simkim versi 2.0 dan biaya PNBP yang baru berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019.

Pada prinsipnya alur Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (Simkim) 2.0 layanan pasporbaru versi 2.0 ini sama dengan siatem lalu, akan tetapi sistem yang baru ini sudah terintegrasi dengan sistem Disdukcapil.

Karena sitem Simkin versi 2.0 pelayanan Paspor RI tersebut menginput data berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Artinya bila NIK nya tidak terdaftar, maka sistem tidak dapat dilanjutkan.

Baca: VIDEO - Pengurus Paspor Membludak, Imigrasi Buka Layanan Hingga Malam Hari

Baca: Sistem Informasi Keimigrasian Gangguan, Layanan Pembuatan Paspor di Meulaboh Terhenti

Baca: Pemain Persiraja Wajib Miliki Paspor

Sistem Simkim diberlakukan agar permohonan paspor dibuat sesuai dengan peruntukannya dan dapat mencegah adanya TKI ilegal.

Sehingga TKI bekerja sesuai prosedur dan mereka terlindungi dan mendapatkan hak-haknya.

Dengan sistem Simkin 2.0 tersebut, jika data pemohon tidak sinkron maka Imigrasi akan menolak permohonan Paspor, karena sebelumnya data pemohon akan dilakukan pencocokkan dengan NIK.

Dijelaskan Denni, Simkim 2.0 layanan Paspor ini sudah terintegrasi dengan data kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI. (*)

Penulis: Zubir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved