Jurnalisme Warga

Merindukan Benem di Sintuban Makmur

SEPULUH kabupaten/kota terlewati dan kami menghabiskan waktu kurang lebih sehari semalam perjalanan darat

Merindukan Benem di Sintuban Makmur
IST
MUHAMMAD ABRAR, Ketua Departemen Media dan Publikasi BEM Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Samalanga dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Samalanga

OLEH MUHAMMAD ABRAR, Ketua Departemen Media dan Publikasi BEM Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Samalanga dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Samalanga

SEPULUH kabupaten/kota terlewati dan kami menghabiskan waktu kurang lebih sehari semalam perjalanan darat dari Samalanga-Banda Aceh menuju Singkil. Terasa tulang menendang-nendang lapisan kulit sendi, pinggang sakit sampai ke tengkuk, sekujur tubuh mengeram, dan penat juga.

Saya sampai ke Singkil bermula pada Minggu (21/4/2019) malam. Sebagai angkatan pertama Ma’had Aly di Mahadul Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, kami mendapat tugas dari pihak akademik melakukan kegiatan khidmatul ummah. Semua kami terdiri atas 31 mahasantri yang dibagi menjadi dua kelompok untuk dua lokasi, yaitu Aceh Singkil dan Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 14 mahasantri kebagian tugas khidmah ke Medan, sedangkan saya dan 16 mahasantri lainnya mendapat tugas ke Aceh Singkil.

Khidmatul ummah adalah nama yang diberikan Bagian Akademik Ma’had Aly MUDI Mesra yang sifatnya sosial, di mana mahasantri terjun langsung ke tengah masyarakat dan menerapkan ilmu yang sudah didapatkan di ma’had aly sebagai bentuk pengabdian diri seorang pelajar kepada masyarakat. Kalau di perguruan tinggi umum kegiatan ini disebut kuliah kerja nyata (KKN)) atau kuliah pengabdian masyarakat (KPM).

Khusus untuk ma’had aly kami, Ma’had Aly MUDI Mesra Samalanga, dalam pelaksanaannya khidmatul ummah bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa dan Santri (Hamas). Hal ini mengingat umur Ma’had Aly yang masih muda, maka perlu bermitra, apalagi medan pengabdian di Singkil sangat jauh dari Samalanga. Terlebih lagi Abiya Muhammad Baidhawi sebagai mahaguru ma’had aly adalah pencetus pertama organisasi Hamas tahun 2007. Karena itu, segala kegiatan khidmatul ummah mengikuti kegiatan tetap organisasi Hamas dan mahasantri terdaftar resmi sebagai anggota Hamas dengan penyerahan kartu identitas sebagai simbol anggota.

Untuk wilayah Aceh Singkil, khidmatul ummah dilaksanakan di bawah koordinasi Ustaz Zainuddin dan Ustaz Jamal. Keduanya koordinator umum di Hamas untuk wilayah Singkil sejak wilayah ini masuk dalam salah satu daftar lokasi kegiatan Hamas pada tahun 2012.

Sehari sebelum Ramadhan kami disambut hangat di Singkil. Atas instruksi Ustaz Zainuddin dan Jamal lokasi kegiatan dibagi menjadi dua kecamatan dengan memilih titik tujuh desa. Tiga desa di Kecamatan Simpang Kanan, yaitu Lae Riman, Lae Nipe, dan Kuta Batu. Empat desa lagi di Kecamatan Danau Paris, yaitu Biskang, Sikoran, Lae Balno, dan Sintuban Makmur.

Setelah melalui beberapa tahap persiapan dan penentuan lokasi di rumah Ustaz Zainuddin di Lae Riman, saya dan Teungku Ulya terpilih untuk melaksanakan kegiatan di Desa Sintuban Makmur.

Masyarakat setempat biasa menyebut nama daerah ini dengan Situban saja. Padahal, ejaan yang benar ada huruf ‘n’ di antara huruf ‘i’ dan ‘t’, sebagaimana tertera pada papan nama di balai desa. Letaknya jauh dari Singkil. Bisa ditempuh dua sampai tiga jam dengan berkendara. Tempat ini belum terjangkau aplikasi Google Maps.

Di desa ini kami merencanakan beberapa progam kegiatan yang secara umum terlaksana dengan baik. Di antaranya pengajian subuh. Kegiatan ini dimulai setelah shalat jamaah fardu Subuh. Kami memilih kitab I’anah al-Thalibin karya Zainuddin al-Malaybari jilid I yang membahas rubu’ ibadat. Hal ini berbeda dengan yang disarankan Ustaz Zainuddin agar memilih masalah seputar puasa, karena menurut beliau pembahasan seputar masalah ini lebih relevan dalam momen Ramadhan. Hanya saja, atas hasil musyawarah dengan khatib masjid, Ustaz Baqa, beliau sampaikan bahwa mayoritas penduduk Sintuban adalah mualaf yang masih awam dengan permasalahan dasar fikih. Berdasarkan maklumat ini kami memilih materi yang tidak terlalu rumit tetapi mencakup secara komprehensif disesuaikan dengan ilmu kami yang masih seujung kuku.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved