Programkan Tanam Serentak 2019, Muspika Labuhanhaji Barat Gelar Musyawarah

Muspika Labuhanhaji Barat bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan petani lakukan pembahasan bersama mengenai jadwal turun ke sawah dan tanam ..

Programkan Tanam Serentak 2019, Muspika Labuhanhaji Barat Gelar Musyawarah
For Serambinews.com
Muspika Labuhanhaji Barat bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan petani lakukan pembahasan bersama mengenai jadwal turun ke sawah dan tanam serentak. Musyawarah di gelar di Aula Kantor Camat Labuhanhaji Barat, Senin (17/6/2019). 

Programkan Tanam Serentak 2019, Muspika Labuhanhaji Barat Gelar Musyawarah

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Muspika Labuhanhaji Barat bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan petani lakukan pembahasan bersama mengenai jadwal turun ke sawah dan tanam serentak. Musyawarah di gelar di Aula Kantor Camat Labuhanhaji Barat, Senin (17/6/2019).

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Labuhanhaji Barat, Suwarno SP mengatakan penentuan jadwal turun sawah dan tanam padi secara serentak ini sangat butuh kelancaran saluran irigasi air, agar garapan tanah akan masa tanam hingga masa panen, supaya hasil produksi dapat kualitas yang baik.

"Mengenai turun sawah dan tanam serentak ini perlu koordinasi di masing-masing wilayah Keujruen Blang, dengan sesuaikan menurut kaidah yang dilakukan oleh pemangku hukum adat istiadat, agar tanam padi serentak dapat tercapai," katanya.

Sementara Camat Labuhanhaji Barat, Said Suhardi dalam bimbingan dan arahannya menyampaikan mengenai pola turun sawah dan tanam serentak harus mampu mengkoneksikan setiap sumber air dengan luasan hektar garapan yang melakukan penanaman padi.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan, berharap Balai Penyuluh Pertanian ( BPP), harus mampu mengakomodir dengan teknis dan perencanaan sehingga penanaman padi secara serentak itu tidak ada kendala apapun.

Baca: PT Jasa Raharja Serahkan Santunan Bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan di Aceh Timur

Baca: Dua Unit Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Aceh Barat

Baca: Jumlah JCH Aceh Besar 535 Orang. Ini Profil JCH Termuda

"Kita mengapresiasi atas kerjasamanya Babinsa bersama petani dalam hal meningkatkan produksi padi yang maksimal setiap musim tanam sampai masa panen. Terima kasih atas kinerjanya terhadap pembinaan masyarakat tani," ucapnya.

Camat Said Suhardi juga menyebutkan mengenai ulee lhueng atau saluran irigasi itu perbaiki dengan bersinergi gotong royong bersama tidak hanya masyarakat tani namun semua unsur elemen terkait. Hal ini sebagai upaya mulai dari garapan, masa tanam dan masa panen, demi untuk meningkatkan hasil produksi pangan padi.

"Kita canangkan kedepan akan membuat sampel tanaman prioritas, agar menjadi project sampel pada umumnya," ungkapnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved