Diduga Korup, 2 Pejabat Ditahan

Dua pejabat, masing-masing Adri SKM MKes, mantan kepala Dinas Kesehatan Subulussalam

Diduga Korup, 2 Pejabat Ditahan
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) A, terkait yang tersandung kasus dugaan kasus korupsi pada proyek pembangunan pagar Rumah Sakit Umum (RSUD) 

* Bersama Konsultan Pengawas dan Rekanan

SUBULUSSALAM - Dua pejabat, masing-masing Adri SKM MKes, mantan kepala Dinas Kesehatan Subulussalam yang kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat, dan Irwansyah SKM MKes (pejabat pelaksana teknis kegiatan/PPTK), ditahan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam, Selasa (18/6).

Selain Adri dan Irwansyah, Kejari juga menahan Efan Suryaganti Lubis (rekanan) dan Sudirman (konsultan pengawas), terkait dugaan korupsi pada proyek pembangunan pagar keliling Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subulussalam tahun 2015.

Keempat tersangka ditahan seusai penyerahan berkas kasus proyek tersebut dari polisi ke jaksa kemarin.

Pantauan Serambi, sekitar pukul 11.30 WIB keempat tersangka sudah berada di Kantor Kejari Subulussalam yang berlokasi di Jalan Nasional Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri. Pukul 16.15 WIB, mereka dinaikkan ke mobil tahanan Kejari setempat untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Singkil di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subulussalam, Mhd Alinafiah Saragih SH, kepada Serambi kemarin menjelaskan, penahanan itu merupakan rentetan dari hasil penyidikan terkait proyek pembangunan pagar keliling RSUD Subulussalam tahun 2015 dengan nilai anggaran Rp 826 juta lebih.

Proyek yang dibiayai dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) itu dikerjakan CV Mentari Pagi dan diawasi oleh CV Central Design Consultan (konsultan pengawas).

Dalam pengerjaannya, sebut Kajari, proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai ketentuan alias terjadi penyimpangan. Akibatnya, pagar itu roboh/ambruk. Berdasarkan hasil audit, kerugian negara dalam proyek tersebut Rp 193 juta lebih.

Terpisah, Kasi Pidsus Ika Liusnardo SH didampingi Kasi Intel Irfan Hasyri mengatakan, keempat tersangka rencananya ditahan hingga 20 hari ke depan. Menurut Ika, Adri ditetapkan sebagai tersangka karena berdasarkan hasil penyidikan yang bersangkutan dianggap terlibat dalam kasus tersebut. Kasus itu terjadi ketika Adri menjabat Kadis Kesehatan Subulussalam yang juga bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA).

Adri yang dikonfirmasi Serambi saat akan memasuki Kantor Kejari Subulussalam kemarin mengaku, apa yang menimpanya merupakan risiko jabatan. Padahal, menurut Adri, dirinya sama sekali tidak terlibat. Lagi pula, tambahnya, kasus itu sudah lama terjadi dan direktur perusahaan yang menjadi rekanannya sudah meninggal dunia. ”Ini risiko jabatan, mau bagaimana lagi. Kasus ini juga sudah lama dan kontraktornya pun sudah meninggal. Tapi, ya kita ikutilah,” ujar Adri.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved