Fuso Terguling di Jembatan Tanpa Talud, Ini Kritikan Dewan Aceh Utara

Fuso bisa terguling sehubungan jembatan yang dibangun dengan dana Otsus tahun 2018 tersebut, tidak memiliki talud di opritnya

Fuso Terguling di Jembatan Tanpa Talud, Ini Kritikan Dewan Aceh Utara
FOR SERAMBINEWS.COM
Satu unit truk jenis Fuso BL 8746 NH terguling saat melintasi oprit jembatan jalan lintas kecamatan, tepatnya di Desa Paya Leupah, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Rabu (19/6/2019) 

Fuso Terguling di Jembatan Tanpa Talud, Ini Kritikan Dewan Aceh Utara

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Satu unit truk jenis Fuso BL 8746 NH terguling saat melintasi oprit jembatan jalan lintas kecamatan, tepatnya di Desa Paya Leupah, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Rabu (19/6/2019).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sopirnya M Nadhi, mengalami luka lecet.

Anggota DPR Aceh Utara Daerah Pemilihan Simpang Keuramat, Tgk Fauzan Hamzah, sesuai hasil penelusurannya, Fuso bisa terguling sehubungan jembatan yang dibangun dengan dana Otsus tahun 2018 tersebut, tidak memiliki talud di opritnya.

Baca: Fuso Pengangkut Sawit Terguling ke Sawah Saat Naik Jembatan di Aceh Utara

Padahal ketinggian oprit melebihi satu meter, dan saat dibangun, opritnya hanya ditimbun dengan tanah bercampur batu.

“Dasarnya masyarakat sudah lama merasa kecewa dengan hasil pembangunan jembatan tersebut.

Kondisinya tanah di oprit dari hari ke hari terus longsor. Saat hujan, lintasnnya pun licin.

Sehingga kondisinya sangat rawan terjadi kecelakaan. Dan sekarang ini mulai terbukti, satu truk fuso terbalik saat melintasi oprit jembatan yang tidak ada talut tersebut,” tegasnya.

Baca: Wanita Ini Harus Pakai Tongkat Untuk Berjalan, Karena Payudaranya Tumbuh Membesar

Truk Fuso pengangkut sawit terbalik di kawasan Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Rabu (19/6/2019).
Truk Fuso pengangkut sawit terbalik di kawasan Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Rabu (19/6/2019). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Karenanya, dia mengaku sangat kecewa dengan hasil pembangunan proyek dengan
anggaran melebihi Rp 1 miliar tersebut.

“Jadi kita minta dinas terkait di provinsi untuk bertanggungjawab atas tidak selesainya pembangunan jembatan tersebut.

Apalagi sudah terjadi kecelakaan terbaliknya satu unit truk Fuso. Pembangunan jembatan harus disegerakan,” demikian Tgk Fauzan Hamzah.(*)

Baca: Sah! MPU Aceh Tetapkan Permainan PUBG dan Sejenisnya Haram

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved