Harus Ada Usaha Serius Mengurangi Kecelakaan

Kecelakaan yang merenggut enam nyawa serta melukai beberapa orang lainnya terjadi di jalan

Harus Ada Usaha Serius Mengurangi Kecelakaan
IST

Kecelakaan yang merenggut enam nyawa serta melukai beberapa orang lainnya terjadi di jalan nasional lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (17/6) dini hari. Tragedi lalu-lintas jalan raya itu melibatkan dua bus penumpang umum serta satu minibus pribadi.

Polisi di Aceh Timur mengatakan, enam korban meninggal dan tiga luka dalam kejadian ini seluruhnya merupakan penumpang mobil minibus pribadi. Sedangkan sopir, kernet, dan penumpang bus tak ada yang cedera.

Polisi juga berkata, kecelakaan itu berawal saat mobil minibus pribadi sedang melaju sangat kencang dari arah Medan menuju Banda Aceh ingin mendahului satu bus umum, bersamaan dengan itu dari arah berlawanan muncul bus umum lainnya. Kecelakaan pun tak terelakkan. Kasus kecelakaan ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.

Ancaman kematian akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih besar, terutama pada pengguna kendaraan bermotor. Penyebab utama kecelakaan biasanya faktor kelalaian manusia atau pengendera yang mencapai 40 persen. Kasusnya adalah melawan arus, melanggar marka jalan, di jalur kanan, tidak menggunakan helm, boncengan lebih dari dua orang, menerobos lampu rambu lalu lintas, mendahului di tikungan, dan ngebut.

Selain itu, faktor infrastruktur jalan raya, termasuk marka jalan kurang jelas atau tidak terlihat, tikungan tajam, separator, serta jalan licin, berlubang, tanpa penerangan. Dan, penyebab kecelakaan yang paling khas Aceh adalah menabrak atau diseruduk sapi dan kerbau yang banyak berkeliaran di jalan raya.

Kecelakaan di kawasan Lhoknibong, Aceh Timur, pada Senin dini hari itu, memang menyedihkan karena sejumlah hal. Yang pertama tentu jatuhnya korban jiwa sebanyak enam orang dan beberapa lainnya luka-luka. Kita sampaikan simpati dan duka bagi keluarga korban. Mereka, para korban musibah ini, harus kita pikirkan. Keluarga mereka tiba-tiba saja kehilangan orang yang mereka cintai oleh musibah yang sama sekali bukan mereka kehendaki.

Kini, seiring dengan kehilangan orang tercinta, hilang pula tiang utama keluarga yang menopang kebutuhan keluarga. Tak berlebihan jika sebagian lalu menyebut tragedi ini memiskinkan dan meyatim-piatukan anak-anak korban. Kita hargai pihak berwajib yang segera mengusut kejadian ini.

Selanjutnya, kejadian ini semestinya juga bisa menjadi momentum untuk menertibkan lalu lintas jalan raya kita yang dari hari ke hari terkesan makin sesak. Inilah momentum bagi kita untuk semakin berkepentingan memperketat aturan berkendara secara aman, bukan sebaliknya semakin longgar. Kita mengetahui, teknologi otomotif semakin maju, kendaraan pun semakin ringan dipacu. Namun, di sinilah ujian kearifan dan keterampilan pengendara semakin dituntut.

Cukup sudah jalanan menjadi arena perilaku acak-acakan yang membahayakan keselamatan pengguna. Musibah di Aceh Timur itu harus menjadi pelajaran pahit yang harus baik-baik kita perhatikan.

Masyarakat harus betul-betul paham bahwa kampanye keselamatan yang sering disampaikan pihak keplisian dan dinas perhubungan bertujuan untuk menurunkan korban kecelakaan lalu-lintas di jalan. Ini dikarenakan jumlah korban kecelakaan lalu lintas jauh lebih tinggi dari kecelakaan transportasi laut, kereta api, dan udara. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah data Kepolisian RI menyebutkan, pertambahan jumlah kendaraaan bermotor di Indonesia kini mencapai 24-30% dalam waktu satu tahun, dan tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Akibatnya potensi kecelakaan menjadi semakin besar.

Oleh sebab itu adalah penting bagi kita memperhatikan keselamatan dalam berkendaraan di jalan raya atau menggunakan jalan raya. Ketidakdisiplinan kita dalam mengendarai atau menggunakan jalan juga merupakan penentu terjadinya kecelakaan, selain faktor kendaraan itu sendiri, kondisi alam/cuaca, infrastruktur jalan, dan ternak-ternak yang masih berkeliaran di jalan. Kita perlu banyak kerja untuk menurunkan kecelakaan lalu lintas.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved