Pemda Aceh Selatan Diminta Lakukan Penertiban Asset

Direktur Forum Solidaritas Pemuda Pembaharuan Aceh Selatan (Forsippas), Tgk HM Nazir Ali meminta Pemkab Aceh Selatan untuk melakukan pendataan dan...

Pemda Aceh Selatan Diminta Lakukan Penertiban Asset
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Direktur Forum Solidaritas Pemuda Pembaharuan Aceh Selatan (Forsippas), Tgk HM Nazir Ali 

Pemda Aceh Selatan Diminta Lakukan Penertiban Asset

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Direktur Forum Solidaritas Pemuda Pembaharuan Aceh Selatan (Forsippas), Tgk HM Nazir Ali meminta Pemkab Aceh Selatan untuk melakukan pendataa dan penertiban Asset.

"Ini penting untuk dilakukan supaya seluruh Asset Pemkab Aceh Selatan terdata dengan tertib dan rapi. Demikian juga dengan sumber penghasilan PAD," papar Tgk HM Nazir Ali kepada Serambinews.com, Rabu (19/6).

Dicontohkannya, semisal penyewaan Alat berat yang selama ini ada di BUMD Fajar Selatan termasuk status Pabrik CPO di Trumon maupun keberadaan Pabrik AMP yang sekarang hilang tanpa jejak. "Bila perlu Pemkab membentuk team independent untuk penertiban Asset daerah ini," paparnya.

Khusus BUMD Fajar Selatan yang pendiriannya dengan tujuan dapat menambah PAD Daerah, menurutnya justru pada kenyataannya menjadi benalu yang menyerap Dana APBK melalui penyertaan modal.

"Sementara hasil dari pemberian Dana penyertaan modal tersebut tidak membuahkan hasil, bahkan mobil Dinas Direktur BUMD Fajar Selatan yang pembeliannya dari dana penyertaan modal Pemda dari APBK sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya," ungkap Nazir Ali.

Baca: Tu Sop Serahkan Kunci Rumah BMU Untuk Mualaf di Langsa

Baca: Kapolres Aceh Selatan Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Lahan

Baca: Erdogan Ngotot Beli Rudal S-400 Rusia, Amerika Serikat Bersiap Beri 3 Sanksi kepada Turki

Menurutnya, selama ini asset daerah banyak di pergunakan/dikuasai oleh yang tidak berhak, sementara dilain pihak banyak Dinas dan Instansi masih banyak pegawai yang sangat membutuhkan semisalnya tempat tinggal demi untuk efesiensi waktu melayani masyarakat.

"Berhubung belum mendapat rumah Dinas mereka masih bertempat tinggal di luar kota Tapaktuan. Seperti Labuhan Haji, Meukek, Pasie Raja, Klut Utara bahkan ada yang dari Bakongan," pungkasnya.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved