Pengawas Alat Berat di Proyek PLTMH Lawe Sikap Diperiksa 3 Jam Sebagai Saksi

Penyidik Tindak pidana Tertentu (Tipidter) Polres Aceh Tenggara, Rabu (19/6/2019) telah memeriksa saksi Sugito yang merupakan pengawas alat berat ..

Pengawas Alat Berat di Proyek PLTMH Lawe Sikap Diperiksa 3 Jam Sebagai Saksi
IST
Tim Tipiter Polres Aceh Tenggara mengamankan kayu diduga ilegal loging di lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH ) Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam, Rabu (12/6/2019). 

Pengawas Alat Berat di Proyek PLTMH Lawe Sikap Diperiksa 3 Jam Sebagai Saksi

Laporan Asnawi Luwi, Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Penyidik Tindak pidana Tertentu (Tipidter) Polres Aceh Tenggara, Rabu (19/6/2019) telah memeriksa saksi Sugito yang merupakan pengawas alat berat di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Lawe Sikap terkait temuan 2 ton lebih kayu diduga ilegal loging di lokasi proyek PLTMH serta aktivitas proyek PLTMH Lawe Sikap.

Saksi Sugito diperiksa penyidik mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 13.00 WIB siang. Sebelumnya, juga penyidik telah memeriksa dua orang sebagai saksi dalam kasus penemuan kayu ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap yang pengamanannya sangat ketat.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK didampingi Kanit Idik III Tipiter Sat Reskrim, Ipda Djuliar Yousnaidi, kepada Serambinews.com, Rabu (19/6/2019) mengatakan, mereka telah memeriksa saksi, Sugito pengawas alat berat di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap. Saksi tersebut dicerca 33 pertanyaan selama tiga jam terkait ditemukannya dua ton lebih kayu diduga ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap.

Terkait hal itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, Muhammad Nur, mengharapkan kepada Kapolda Aceh bersama Ditremkrimsus dapat mengawal kasus dugaan praktek ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap Aceh Tenggara. Kasus ini harus dikawal sampai ke meja hijau, karena ia menduga ada keterlibatan oknum-oknum di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, karena di lokasi itu bukanlah orang sembarangan yang melakukan aktivitas di dalam lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap. Lokasi PLTMH dikawal petugas sangat ketat, tamu masuk saja sangat sulit.

Jadi, katanya, ia inginkan kasus dugaan ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap itu harus dituntaskan agar publik tahu siapa yang menjadi aktor dibaik pemasok maupun pelaku dugaan praktek perambahan hutan di dalam lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap yang terkesan telah berjalan lama dan adanya pembiaran.

Menurut M Nur, pada prinsipnya mereka setuju dengan adanya pasokan energi listrik untuk mengantisipasi defisit arus listrik di Agara.Tetapi, kita juga harus memperhatikan dampak lingkungan dan apabila adanya pekerjaan proyek PLTMH Lawe Sikap yang menyalahi aturan dengan terbukti dengan ditemukan polisi dua ton lebih kayu dugaan hasil praktek ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap.

Ia menduga ada aktor di dalam yang bermain untuk memenuhi kebutuhan kayu dalam proyek PLTMH Lawe Sikap. Jadi, penyidik harus jeli dan benar-benar mengembangkan kasus itu hingga menelusuri sampai ke aliran dananya dalam hal pembelian kayu tersebut dan polisi harus bekerjasama sama dengan pihak
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Jakarta untuk membuktikannya.

Disini akan jelas dana yang ditransfer pihak perusahaan skala besar tersebut kepada siapa apakah pihak perorang atau pihak perusahaan lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Tindak pidana Tertentu (Tipidter) IDIK III Sat Reskrim Polres Aceh Tenggara, memeriksa dua orang sebagai saksi terkait ditemukan polisi dua ton lebih kayu diduga akibat praktek ilegal loging di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam pada Rabu (12/6/2019).

Mereka melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sesuai undang - undang RI nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga hidro mikro hidro (PLTMH) Lawe Sikap Desa Batu Mbulan I Kecamatan Babussalam Aceh Tenggara.

Baca: Bank Pecah, Mobil Kas Bank Aceh Cabang Subulussalam Tabrak Pohon

Baca: Pengusaha Nasional Asal Aceh Sampaikan Selamat kepada Makmur Budiman Ketua Kadin Aceh 2019-2024

Baca: 152 Operator Gampong di Abdya Ikut Bimtek Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu

Kata dia, saat dilakukan penyelidikan di lokasi PLTMH Lawe Sikap ditemukan kayu hutan yang diduga dari hasil penebangan liar oleh orang yang tidak bertanggung jawab (Lidik) dan selanjutnya dilakukan interogasi terhadap petugas Satpam PLTMH Lawe Sikap diperoleh keterangan bahwa kayu hutan hasil penebangan liar tersebut dipergunakan untuk kebutuhan pembangunan PLTMH Lawe Sikap.

Menurut dia, 24 batang kayu hutan jenis sembarangan ukuran 2x2, sebanyak 110 batang kayu ukuran 2x3, sebanyak 11 batang kayu ukuran 2x4, sebanyak empat batang kayu ukuran 3x3, dan 14 lembar kayu sembarangan jenis papan dan di lokasi proyek PLTMH Lawe Sikap masih ada empat batang kayu baloktim yang akan dipergunakan untuk proyek PLTMH Lawe Sikap serta banyak kayu yang sudah terpasang pada bangunan bendungan proyek PLTMH Lawe Sikap.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved