Prof Farid Diperiksa Penyidik KPK 90 Menit

Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA

Prof Farid Diperiksa Penyidik KPK 90 Menit
SERAMBINEWS.COM
Farid Wajdi Ibrahim 

* Sebagai Saksi Kasus Romi

BANDA ACEH - Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (18/6). Farid dipanggil ke KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus suap yang menjerat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka utama kasus suap jabatan.

Saat dihubungi Serambi dari Banda Aceh kemarin, Farid mengaku diperiksa atau dimintai keterangan oleh penyidik KPK lebih kurang 90 menit atau satu setengah jam saja. “Ya, lebih kurang satu jam setengahlah, karena saya masuk jam 10, tapi tidak ada orang di situ. Baru mulai jam 11 kemudian break shalat Zuhur, setelah shalat hanya penandatanganan berita acara saja, jadi kurang lebih sekitar satu jam setengahlah,” rinci Prof Farid.

Diberitakan sebelumnya, Farid Wahid dipanggil KPK melalui surat pemanggilan bernomor Spgl/3470/DIK.01.00/23/05/2019. Farid dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus Romi terkait pengangkatan sejumlah pejabat penting di jajaran Kementerian Agama, terutama jabatan rektor UIN dan STAIN di daerah.

Tak hanya Farid, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Warul Wahidin MA juga telah diperiksa penyidik KPK pada hari Senin (17/6) untuk menelusuri kasus tersebut.

Lantas apa saja yang ditanyakan penyidik KPK kepada Farid dalam pemeriksaan selama lebih kurang 90 menit itu? Menurut Farid, pertanyaan yang diajukan seputar proses pemilihan calon rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh beberapa waktu lalu. “Pertama, prosedur semuanya mulai A sampai Z terkait sistem pemilihan rektor UIN Ar-Raniry. Saya jawab apa adanya bahwa pemilihan itu ada aturannya sesuai PMA 68. Di UIN sendiri sifatnya hanya administrasi, sedangkan semuanya urusan tim seleksi di Jakarta,” kata Farid.

Lalu, Farid ditanyai apakah mengenal Romahurmuziy? Farid mengaku kepada personel KPK yang memeriksanya tidak mengenal Romahurmuziy. “Saya bilang tidak pernah jumpa. Kemudian ditanya lagi apakah ada pihak yang menawarkan jasa, saya bilang nggak ada, nggak ada yang mau sama saya. Tidak ada orang yang dekati saya. Kita minta jumpa saja tidak mau mereka jumpai,” kata Farid sambil ketawa kecil.

Guru Besar UIN Ar-Raniry ini mengaku tidak kesulitan menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik KPK kepadanya kemarin, karena dia menjawab sesuai dengan fakta dan apa yang dia lakukan saat pemilihan Rektor UIN Ar-Raniry beberapa waktu lalu.

“Saya jawab apa adanya, tidak ada yang saya sembunyikan. Saya juga dikasih tiket pulang, ditanya apa saya ada tiket pulang, ada SPPD, saya bilang tidak ada. Ya, akhirnya dikasih tiket pulang, alhamdulillah,” ujar Prof Farid Wahid.

Kemarin, selain Farid, KPK juga memeriksa Prof Dr Syahrizal Abbas MA selama kurang lebih satu jam. “Prof Syahrizal juga sejam. Kalau saya karena beradu dengan shalat Zuhur, makanya dilanjutkan setelah shalat, jadi sampai satu jam setengahlah. Intinya, pemeriksaannya biasa-biasa saja, tidak ada masalah apa pun,” demikian Prof Farid Wajdi Ibrahim.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved