Terjun ke Sungai, Satu Napi Kabur Tewas

Dari 73 narapidana (napi) dan tahanan yang melarikan diri dari Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon

Terjun ke Sungai, Satu Napi Kabur Tewas
Foto Kiriman Warga
Petugas menangkap napi yang kabur dari Rutan Lhoksukon 

* Polisi Imbau yang Lain Menyerah

LHOKSUKON - Dari 73 narapidana (napi) dan tahanan yang melarikan diri dari Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (16/6) pada pukul 15.45 WIB, sudah 27 orang yang berhasil ditangkap hingga kemarin sore. Sisanya yang 45 orang lagi terus diuber polisi dan sipir.

Di tengah upaya pengejaran itu terbetik kabar bahwa satu napi ternyata nekat terjun ke sungai kemudian jasadnya ditemukan mengapung di sungai Desa Meunasah Pante Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (18/6) kemarin

Mayat yang ditemukan di sungai sekira pukul 09.00 WIB itu ternyata Sufriadi (20), napi asal Desa Cot Patisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Ia terlibat kasus narkoba dengan sisa masa hukuman di Cabang Rutan Lhoksukon tinggal satu tahun empat bulan 19 hari lagi.

Mayat Sufriadi ditemukan oleh seorang pria pencari ikan di sungai. “Sekitar pukul 07.45 WIB, Halimah, warga Meunasah Pante, dikabari oleh seorang pencari ikan bahwa ada sesosok mayat laki-laki yang sudah mengapung di sungai dan tersangkut kayu tak jauh dari rumah Halimah,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin.

Setelah memberitahukan lokasi mayat tersebut kepada Halimah, sang pencari ikan itu langsung pergi melanjutkan aktivitasnya. Alhasil, Halimah yang mengambil alih untuk menyampaikan kabar tentang mayat itu kepada aparat desa. Aparat desa kemudian menghubungi polisi.

“Setelah petugas tiba di lokasi ternyata benar ada satu mayat lelaki yang mengambang dalam posisi telentang dengan kondisi tubuhnya sudah menggembung,” kata Kasat Reskrim Iptu Rezki.

Lalu Iptu Rezki berkoordinasi dengan pihak Cabang Rutan Lhoksukon. Pihak rutan kemudian memastikan bahwa mayat tersebut adalah Sufriadi, salah satu napi yang kabur setelah tiga lapis pintu cabang rutan dibobol oleh puluhan napi dan tahanan.

“Mayat yang ditemukan itu kemudian divisum et repertum di RSU Cut Meutia Lhokseumawe,” kata Iptu Rezki.

Jenazah Sufriadi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan kemarin di desa asalnya, Gampong Cot Patisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved