Jurnalisme Warga

Adat bagi Pengantin Baru di Aceh

SEBELUMNYA saya sudah menulis beberapa adat yang berlaku bagi pengantin baru, secara khusus di Aceh Besar dan Banda Aceh

Adat bagi Pengantin Baru di Aceh
IST
AMIRUDDIN (Abu Teuming), Penyuluh Informasi Publik (PIP) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, aktivis lembaga Keluarga Sakinah Mawaddah dan Rahmah (K-Samara), dan Sekretaris Jenderal Warung Penulis (WP), melaporkan dari Kota Lhokseumawe

Adat ini berlaku bagi kedua pengantin baru. Setelah berkunjung dan silaturahmi dengan keluarga istri, dilanjut dengan berkunjung ke keluarga suami.

Bila si pengantin baru belum bertamu pada kerabat, biasanya kerabat akan bertanya kenapa belum main-main ke rumah, sebab mereka paham adat ini terus berlaku, sehingga mereka akan tetap menanti sejoli yang baru merintis mahligai rumah tangga.

Dalam pandangan mertua yang terbilang ekstrem, mertua akan bertanya ke mana saja sudah bertamu, dan ke rumah siapa yang belum dikunjungi? Berapa uang yang diberikan? Bila belum didatangi, mertua menganjurkan untuk segera menyambangi kerabat.

Seandainya ada kerabat yang didatangi, tetapi tidak ada salam tempel, maka hal serupa akan berimbas pada anak dari kerabat tersebut jika kelak menikah. Jadi, jangan abaikan adat mulia itu, sebab akan berefek pada anak cucunya suatu saat.

Adat yang saya jelaskan di atas berlaku hampir di seantero Aceh. Seperti di Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Pidie, Lhokseumawe hingga Aceh Tamiang. Termasuk di wilayah ALA dan ABAS. Bagi Anda yang ingin menikah dengan putra putri asal Aceh, harus paham tradisi yang berkembang di sana. Agar Anda diterima oleh si buah hati, juga kerabat calon pasangan.

Selamat Hari Raya Idulfitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved