Fakta Baru Kasus Suami Gadai Istri Rp 250 Juta, Pelaku Terlibat Pemalsuan Surat dan Trafficking

Menurutnya, anak tersangka Hori yang dibawa oleh Sahar, ternyata dibuatkan surat lahir yang seakan-akan dilahirkan oleh Sukaesih, istri siri Kahar.

Fakta Baru Kasus Suami Gadai Istri Rp 250 Juta, Pelaku Terlibat Pemalsuan Surat dan Trafficking
Facebook
Hori (43) gadaikan istrinya Lasmi 

SERAMBINEWS.COM, LUMAJANG - Kasus gadai istri Rp 250 juta hingga pembacokan salah orang di Lumajang berkembang menjadi serangkaian peristiwa.

Kapolres Lumajang AKBP Dr Muhammad Arsal menyebut, selain terkait kasus human trafficking atau penjualan manusia, ternyata juga terangkai dalam kasus pemalsuan surat atas identitas anak.

Menurutnya, anak tersangka Hori yang dibawa oleh Sahar, ternyata dibuatkan surat lahir yang seakan-akan dilahirkan oleh Sukaesih, istri siri Kahar.

Pemalsuan surat ini sudah diakui juga oleh Kepala Desa Sombo Samad.

Tapi pihak kepolisian belum mau menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Hal tersebut terungkap setelah Kapolres melakukan konfrontasi dengan mendatangkan Lasmi (istri Hori), Samad (kepala desa), serta Sahar beserta istri yang ditengarai sebagai pihak yang membeli anak Hori.

"Dalam pengakuan Sahar, Hori dulu memang memiliki utang sebesar Rp 500.000 kepadanya pada saat sama-sama merantau di Riau".

"Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Hori. Pelaku mengatakan ia menitipkan anaknya agar diasuh serta disekolahkan ke Jawa, mengingat Pak Sahar dan istrinya akan pulang ke Pulau Jawa," katanya, Kamis (20/6/2019).

Lasmi, yang merupakan istri Hori, juga membenarkan pernyataan Sahar.

Ia mengaku tahu pada saat itu Hori memberikan anak tersebut agar utang suaminya dapat dihapuskan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved