Salam

Gepeng Memang Harus Ditertibkan

Tidak bisa kita pungkiri bahwa keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) kini menjadi “pekerjaan rumah”

Gepeng Memang Harus Ditertibkan
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan jajarannya saat menyaksikan anak jalanan yang telah diamankan oleh petugas Satpol PP Banda Aceh 

Tidak bisa kita pungkiri bahwa keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) kini menjadi “pekerjaan rumah” bagi pemerintah kota. Persoalan ini sudah menjadi penyakit latin, dan kondisi ini tidak pernah berhasil dituntaskan, termasuk di Kota Banda Aceh.

Sudah beberapa kali terjadi pergantian wali kota, baik yang dipilih oleh dewan perwakilan rakyat maupun yang dipilih langsung oleh rakyat, tetap saja tidak mampu menuntaskan persoalan gepeng ini. Paling-paling para gepeng itu hanya bisa bertahan selama beberapa bulan di kampung halamannya, namun tak berapa lama kemudian muncul lagi di pusat kota.

Wilayah operasi mereka umumnya adalah kawasan lampu merah, rumah makan, warung kopi, dan pusat-pusat perbelanjaan serta keramaian lainnya. Jam operasi gepeng umumnya mulai siang hari, dan berakhir hingga tengah malam. Kondisi mereka memang ada yang cacat secara fisik, tetapi tidak sedikit pula yang kelihatannya sehat-sehat saja.

Kehadiran gepeng di wilayah-wilayah tersebut memang sangat mengganggu, terutama yang berada di lampu merah. Sebab, umumnya mereka beroperasi di jalur kanan jalan, yang tentu saja space yang tersedia sangat sempit.

Untuk itu, adanya keinginan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dalam menertibkan gepeng serta anak jalanan patut kita apresiasi. Apalagi mengingat berbagai upaya terus dilakukan pemerintah agar keberadaan gepeng dan anak jalanan tak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Pemko Banda Aceh kini membuka nomor pengaduan khusus untuk menampung keluhan masyarakat terkait keberadaan gepeng serta anak jalanan tersebut. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, saat memimpin rapat yang diikuti dinas dan stakeholder terkait di Balai Kota Banda Aceh, Selasa (18/6) lalu.

“Dalam rangka mengembangkan sektor pariwisata, Pemko Banda Aceh siap menerima berbagai keluhan dan menertibkan gelandangan, pengemis, maupun anak punk yang mengganggu kenyamanan bersama,” ujar Zainal.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat turut membantu upaya penertiban tersebut. “Nomor pengaduan sudah dibuka oleh Dinas Sosial dan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh serta siap menerima setiap keluhan masyarakat 24 jam,” kata Zainal.

Rapat yang turut dihadiri sejumlah pelaku usaha itu Zainal mengharapkan, dengan adanya nomor pengaduan tersebut dapat memberikan kenyamanan kepada para pelaku usaha, masyarakat, serta wisatawan.

“Izinkan kami nantinya memasang stiker tentang larangan mengemis atau meminta-minta di restoran atau usaha milik masyarakat dan jika anda menghadapi masalah ketika melarang mereka, maka anda dapat menghubungi nomor pengaduan di 08126902164 untuk Satpol PP serta di 08116789309 untuk Dinas Sosial Kota Banda Aceh,” pungkas Zainal Arifin.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved